Kamis, 30 Juli 2026, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC menunjukka... Kamis, 30 Juli 2026, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dalam simulasi calon presiden. Gubernur Jawa Barat tersebut memperoleh dukungan 35 persen dalam simulasi semiterbuka, sementara Presiden Prabowo Subianto berada di posisi berikutnya dengan 14,5 persen. Hasil ini menjadi perhatian karena perolehan Dedi meningkat cukup besar dibanding survei SMRC sebelumnya.
Survei tersebut dilakukan pada 5 hingga 19 Juli 2026 dan melibatkan 749 responden berusia minimal 17 tahun di seluruh Indonesia. Responden dipilih secara acak menggunakan metode double sampling, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan telepon. SMRC mencantumkan margin of error sekitar 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei kemudian dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani secara daring pada Rabu, 29 Juli 2026. 0
Dalam simulasi semiterbuka tersebut, Dedi Mulyadi memperoleh 35 persen, disusul Prabowo Subianto 14,5 persen. Setelah itu ada Anies Baswedan dengan 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, Mahfud MD 4 persen, Puan Maharani 1,3 persen, Sherly Tjoanda Laos 1,2 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,1 persen, dan Surya Paloh 1 persen. Responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab mencapai 12,8 persen. 1
Perubahan angka Dedi cukup mencolok dibandingkan survei SMRC pada November 2025. Saat itu, elektabilitas Dedi tercatat 19,5 persen. Dalam survei terbaru, angkanya naik menjadi 35 persen. Di sisi lain, elektabilitas Prabowo yang sebelumnya tercatat 34,9 persen turun menjadi 14,5 persen. Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menyebut perubahan tersebut menarik karena terjadi pada sosok petahana yang belum lama memenangkan pemilihan presiden. 2
Survei tersebut juga menarik karena posisi Dedi bukan hanya muncul kuat di kalangan pemilih Jawa Barat. Nama Dedi diuji dalam survei nasional dan ditempatkan bersama sejumlah tokoh politik lain yang dianggap memiliki potensi sebagai calon presiden. Artinya, angka 35 persen tersebut menggambarkan preferensi responden dalam sampel nasional, bukan hanya tingkat popularitas Dedi di daerah asalnya. 3
Kabar mengenai hasil survei ini kemudian menjadi bahan pembicaraan politik karena Dedi Mulyadi saat ini merupakan Gubernur Jawa Barat sekaligus kader Partai Gerindra. Sejumlah media nasional menyoroti kenaikan elektabilitas tersebut sebagai perkembangan baru dalam dinamika politik menjelang Pemilu Presiden 2029. Namun, hasil satu survei tidak bisa langsung dianggap sebagai gambaran pasti hasil pemilu karena masih ada waktu yang cukup panjang, dinamika politik dapat berubah, dan preferensi pemilih bisa bergeser. 4
Yang juga perlu dicatat, terdapat pernyataan berbeda mengenai survei yang dikaitkan dengan Indikator Politik Indonesia pada Juli 2026. Tempo pada 30 Juli 2026 memberitakan klarifikasi bahwa Indikator menyatakan tidak merilis survei elektabilitas pada Juli 2026. Karena itu, angka yang dapat dipastikan dari laporan terbaru ini adalah hasil survei SMRC, bukan hasil survei Indikator yang sebelumnya beredar di sejumlah pemberitaan. 5
Dengan hasil tersebut, nama Dedi Mulyadi kini menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan dalam pembahasan awal mengenai peta calon presiden 2029. Namun, angka survei tersebut sebaiknya dibaca sebagai potret opini publik pada saat penelitian dilakukan, yaitu 5 sampai 19 Juli 2026, bukan sebagai prediksi pasti mengenai siapa yang akan memenangkan pemilihan presiden mendatang.Lihat Selengkapnya
Survei Terbaru SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 35 Persen
Dipublikasikan: 1 jam lalu
·
174
·
3 mnt baca
Survei Terbaru SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 35 Persen (Gambar: Negeri Konoha)
Kamis, 30 Juli 2026, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC menunjukka... Lihat Selengkapnya