loading
Child Safety Policy | ZOYALINK
Change language ID

Child Safety Policy – ZOYALINK

Kebijakan Keamanan Anak – ZOYALINK

ZOYALINK is committed to creating and maintaining a digital environment where the safety, dignity, and well-being of children are protected without compromise. As a global digital platform that enables content creation, interaction, and community participation, ZOYALINK recognizes that children are among the most vulnerable users in online spaces and therefore require the highest level of protection.

This Child Safety Policy establishes ZOYALINK’s comprehensive approach to preventing, detecting, and responding to risks involving minors. It defines strict standards, responsibilities, and enforcement mechanisms designed to protect children from abuse, sexual exploitation, grooming, manipulation, trafficking, psychological harm, and any form of endangerment, whether direct or indirect.

Child safety on ZOYALINK is not treated as an optional feature or secondary guideline. It is a core operational principle that influences platform design, content governance, moderation systems, user behavior policies, and long-term strategic decisions across all regions where ZOYALINK operates.

ZOYALINK berkomitmen penuh untuk menciptakan dan menjaga lingkungan digital yang melindungi keselamatan, martabat, dan kesejahteraan anak tanpa kompromi. Sebagai platform digital global yang memungkinkan pembuatan konten, interaksi, dan partisipasi komunitas, ZOYALINK menyadari bahwa anak merupakan kelompok paling rentan di ruang online dan memerlukan tingkat perlindungan tertinggi.

Kebijakan Keamanan Anak ini menetapkan pendekatan komprehensif ZOYALINK dalam mencegah, mendeteksi, dan menanggapi risiko yang melibatkan anak. Kebijakan ini menjabarkan standar, tanggung jawab, serta mekanisme penegakan yang ketat untuk melindungi anak dari penyalahgunaan, eksploitasi seksual, grooming, manipulasi, perdagangan, dampak psikologis, dan segala bentuk tindakan yang membahayakan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Keamanan anak di ZOYALINK bukanlah fitur tambahan atau pedoman sekunder. Perlindungan anak merupakan prinsip operasional inti yang memengaruhi desain platform, tata kelola konten, sistem moderasi, kebijakan perilaku pengguna, serta keputusan strategis jangka panjang di seluruh wilayah operasional ZOYALINK.


Purpose of This Child Safety Policy

Tujuan Kebijakan Keamanan Anak

The purpose of this Child Safety Policy is to clearly define ZOYALINK’s standards, principles, and enforcement mechanisms for protecting children from harm in digital environments. This policy exists to ensure that all users, creators, moderators, and partners understand their responsibilities in preventing abuse, exploitation, and endangerment of minors across the platform.

This policy provides a unified framework that governs how ZOYALINK designs its systems, moderates content, evaluates user behavior, and responds to reports involving minors. It is intended to function as both a preventive safeguard and an enforcement reference, ensuring consistent decision-making across regions, cultures, and jurisdictions.

The Child Safety Policy applies regardless of intent, content format, user role, or geographical location. ZOYALINK prioritizes the protection of children over engagement, growth, monetization, or artistic expression when these interests conflict.

Tujuan Kebijakan Keamanan Anak ini adalah untuk menetapkan secara jelas standar, prinsip, dan mekanisme penegakan ZOYALINK dalam melindungi anak dari bahaya di lingkungan digital. Kebijakan ini memastikan bahwa seluruh pengguna, kreator, moderator, dan mitra memahami tanggung jawab mereka dalam mencegah penyalahgunaan, eksploitasi, dan pembahayaan anak di dalam platform.

Kebijakan ini menyediakan kerangka kerja terpadu yang mengatur bagaimana ZOYALINK merancang sistemnya, memoderasi konten, mengevaluasi perilaku pengguna, serta menanggapi laporan yang melibatkan anak. Kebijakan ini berfungsi sebagai perlindungan preventif sekaligus acuan penegakan yang konsisten di seluruh wilayah dan yurisdiksi.

Kebijakan Keamanan Anak berlaku tanpa memandang niat, format konten, peran pengguna, atau lokasi geografis. ZOYALINK selalu mengutamakan perlindungan anak dibandingkan kepentingan keterlibatan, pertumbuhan, monetisasi, atau ekspresi artistik apabila terjadi konflik kepentingan.

ZOYALINK Commitment to Child Protection

Komitmen ZOYALINK terhadap Perlindungan Anak

ZOYALINK maintains an uncompromising commitment to child protection as a fundamental operational priority. This commitment is reflected in platform architecture, policy development, moderation workflows, escalation procedures, and long-term governance decisions.

ZOYALINK does not tolerate any form of child sexual abuse, exploitation, grooming, trafficking, coercion, or psychological manipulation. The platform actively invests in preventive controls, detection mechanisms, and enforcement capabilities to reduce risk and respond decisively to violations.

Child protection responsibilities extend beyond compliance with laws. ZOYALINK applies a higher standard of care that prioritizes safety even in situations where legal thresholds may be unclear or evolving.

ZOYALINK memiliki komitmen tanpa kompromi terhadap perlindungan anak sebagai prioritas operasional utama. Komitmen ini tercermin dalam arsitektur platform, pengembangan kebijakan, alur kerja moderasi, prosedur eskalasi, serta keputusan tata kelola jangka panjang.

ZOYALINK tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual anak, eksploitasi, grooming, perdagangan, pemaksaan, atau manipulasi psikologis. Platform secara aktif menerapkan kontrol pencegahan, mekanisme deteksi, dan penegakan kebijakan untuk meminimalkan risiko dan menindak pelanggaran secara tegas.

Tanggung jawab perlindungan anak di ZOYALINK melampaui kepatuhan hukum semata. Platform menerapkan standar perlindungan yang lebih tinggi untuk mengutamakan keselamatan anak, bahkan ketika batasan hukum belum sepenuhnya jelas atau masih berkembang.


Definition of a Child

Definisi Anak

For the purposes of this policy, a child or minor is defined as any individual under the age of eighteen (18). This definition is applied globally and consistently across the ZOYALINK platform, regardless of local age-of-majority laws.

In situations where a user’s age cannot be reliably verified, ZOYALINK applies a protective assumption and treats the user as a minor until sufficient verification is obtained. This precautionary approach minimizes the risk of harm and misuse.

Dalam kebijakan ini, anak atau minor didefinisikan sebagai setiap individu yang berusia di bawah delapan belas (18) tahun. Definisi ini diterapkan secara global dan konsisten di seluruh platform ZOYALINK, terlepas dari perbedaan hukum usia dewasa di masing-masing negara.

Dalam kondisi di mana usia pengguna tidak dapat diverifikasi secara andal, ZOYALINK menerapkan prinsip kehati-hatian dengan memperlakukan pengguna tersebut sebagai anak hingga verifikasi memadai diperoleh.

Scope and Applicability

Ruang Lingkup dan Penerapan

This Child Safety Policy applies to all users, content types, features, and interactions available on ZOYALINK, including but not limited to public posts, private messages, comments, media uploads, monetization features, and AI-assisted content.

The policy applies equally to individual users, creators, community administrators, and any third parties interacting with the platform. Violations are assessed based on impact and risk, not user status or intent.

Kebijakan Keamanan Anak ini berlaku untuk seluruh pengguna, jenis konten, fitur, dan interaksi di ZOYALINK, termasuk posting publik, pesan privat, komentar, unggahan media, fitur monetisasi, serta konten berbasis AI.

Kebijakan ini berlaku secara setara bagi pengguna individu, kreator, pengelola komunitas, maupun pihak ketiga yang berinteraksi dengan platform. Penilaian pelanggaran didasarkan pada risiko dan dampak, bukan status atau niat pengguna.


Age Assurance and Identity Signals

Verifikasi Usia dan Sinyal Identitas

ZOYALINK employs a layered age assurance approach designed to reduce the risk of underage access. This approach may include self-declared age data, behavioral analysis, interaction patterns, account history, and community reporting signals.

Age assurance is continuously evaluated and improved as technology and risk patterns evolve. ZOYALINK acknowledges that no single method is foolproof and therefore relies on multiple indicators to identify potential underage users.

ZOYALINK menerapkan pendekatan verifikasi usia berlapis untuk mengurangi risiko akses oleh pengguna di bawah umur. Pendekatan ini mencakup data usia yang diberikan pengguna, analisis perilaku, pola interaksi, riwayat akun, serta sinyal laporan komunitas.

Sistem verifikasi usia dievaluasi dan diperbarui secara berkelanjutan seiring perkembangan teknologi dan pola risiko baru. ZOYALINK menyadari bahwa tidak ada metode tunggal yang sempurna, sehingga mengandalkan kombinasi indikator.

Underage Access Prevention

Pencegahan Akses Pengguna di Bawah Umur

When ZOYALINK identifies indicators of underage access, the platform may restrict features, suspend accounts, require additional verification, or permanently disable access. These actions may be taken proactively to prevent harm, even before explicit violations occur.

ZOYALINK prioritizes prevention over remediation. Early intervention is considered a critical component of child safety and is applied consistently across the platform.

Apabila ZOYALINK mendeteksi indikasi akses oleh pengguna di bawah umur, platform dapat membatasi fitur, menangguhkan akun, meminta verifikasi tambahan, atau menonaktifkan akses secara permanen. Tindakan ini dapat dilakukan secara proaktif untuk mencegah bahaya.

ZOYALINK mengutamakan pencegahan dibandingkan penanganan setelah kejadian. Intervensi dini dipandang sebagai komponen penting dalam menjaga keselamatan anak di seluruh platform.


Zero Tolerance Policy

Kebijakan Tanpa Toleransi

ZOYALINK enforces a strict and absolute Zero Tolerance Policy toward any form of child sexual abuse, exploitation, grooming, trafficking, coercion, or endangerment. Zero tolerance means that no intent, narrative framing, artistic context, fictional setting, satire, role-play, or claimed lack of harm can justify or mitigate violations involving minors. The protection of children takes unconditional precedence over freedom of expression, engagement metrics, monetization opportunities, or platform growth considerations. Any content, interaction, or behavior that places a child at risk—directly or indirectly—is treated as a severe violation of platform integrity and trust. Enforcement actions under this policy are immediate, decisive, and irreversible where necessary, and may include content removal, permanent account termination, forfeiture of earnings, data preservation for investigation, and escalation to relevant authorities. ZOYALINK does not provide warnings, remediation periods, or second chances for violations involving child safety. This policy applies globally and uniformly, regardless of cultural norms, regional laws, or user status, and is designed to prevent normalization, minimization, or rationalization of harm toward minors in any digital context.

ZOYALINK menerapkan Kebijakan Tanpa Toleransi yang ketat dan absolut terhadap segala bentuk pelecehan seksual anak, eksploitasi, grooming, perdagangan, pemaksaan, atau tindakan yang membahayakan anak. Tanpa toleransi berarti tidak ada niat, narasi artistik, konteks fiksi, satire, role-play, atau klaim tidak berbahaya yang dapat dijadikan pembenaran atau pengurangan sanksi atas pelanggaran yang melibatkan anak. Perlindungan anak memiliki prioritas mutlak di atas kebebasan berekspresi, metrik keterlibatan, peluang monetisasi, atau pertumbuhan platform. Setiap konten, interaksi, atau perilaku yang menempatkan anak dalam risiko—baik secara langsung maupun tidak langsung—dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap integritas dan kepercayaan platform. Penegakan kebijakan ini dilakukan secara cepat, tegas, dan final bila diperlukan, termasuk penghapusan konten, penghentian akun permanen, pembatalan penghasilan, pelestarian data untuk investigasi, serta eskalasi kepada pihak berwenang. ZOYALINK tidak memberikan peringatan, masa perbaikan, atau kesempatan kedua untuk pelanggaran yang menyangkut keselamatan anak.

Prohibition of Child Sexual Abuse Material (CSAM)

Larangan Materi Pelecehan Seksual Anak (CSAM)

ZOYALINK strictly prohibits the creation, possession, distribution, solicitation, promotion, or facilitation of Child Sexual Abuse Material (CSAM) in any form. CSAM includes, but is not limited to, images, videos, audio, text, animations, illustrations, AI-generated or synthetic media, and digitally manipulated content depicting or describing sexual activity, exploitation, or abuse involving minors. This prohibition applies regardless of realism, artistic style, fictional intent, or technological method used. Even non-photorealistic, animated, or generated representations that sexualize or exploit minors are treated as CSAM due to their inherent harm, potential for misuse, and contribution to normalization of abuse. ZOYALINK actively deploys detection mechanisms, moderation systems, and reporting pipelines to identify CSAM and immediately remove it from the platform. Any account associated with CSAM is permanently terminated, and relevant data may be preserved and reported to appropriate child protection and law enforcement agencies in accordance with applicable laws and international cooperation standards.

ZOYALINK melarang keras pembuatan, kepemilikan, distribusi, permintaan, promosi, atau fasilitasi Materi Pelecehan Seksual Anak (CSAM) dalam bentuk apa pun. CSAM mencakup, namun tidak terbatas pada, gambar, video, audio, teks, animasi, ilustrasi, konten berbasis AI atau sintetis, serta manipulasi digital yang menggambarkan atau mendeskripsikan aktivitas seksual, eksploitasi, atau pelecehan terhadap anak. Larangan ini berlaku tanpa memandang tingkat realisme, gaya artistik, niat fiktif, atau teknologi yang digunakan. Bahkan representasi non-fotorealistis, animasi, atau buatan yang menyeksualisasi anak tetap dikategorikan sebagai CSAM karena dampak berbahaya dan potensi penyalahgunaannya. ZOYALINK secara aktif menerapkan sistem deteksi, moderasi, dan pelaporan untuk mengidentifikasi dan segera menghapus CSAM. Setiap akun yang terkait dengan CSAM akan dihentikan secara permanen, dan data relevan dapat disimpan serta dilaporkan kepada lembaga perlindungan anak dan penegak hukum sesuai hukum yang berlaku.


Prohibited Content Involving Minors

Konten Terlarang yang Melibatkan Anak

ZOYALINK prohibits any content involving minors that is sexualized, suggestive, exploitative, or capable of enabling harm, even when explicit abuse is not immediately visible. This includes content that depicts minors in sexually suggestive poses, partial nudity intended to arouse, fetishized themes, coercive narratives, or scenarios that normalize adult–child power imbalances. Content that portrays minors in ways that could be repurposed for exploitation, even if framed as lifestyle, art, humor, or education, may be restricted or removed. The platform also prohibits content that encourages minors to share personal information, images, or private communications, as well as content that indirectly facilitates contact between minors and potentially harmful adults. ZOYALINK evaluates prohibited content based on risk, impact, and potential misuse, not solely on creator intent or audience reaction. When doubt exists, child safety considerations prevail.

ZOYALINK melarang segala bentuk konten yang melibatkan anak dan bersifat seksual, sugestif, eksploitatif, atau berpotensi menimbulkan bahaya, meskipun pelecehan eksplisit tidak langsung terlihat. Ini mencakup konten yang menampilkan anak dalam pose sugestif, ketelanjangan parsial yang bersifat erotis, tema fetisisasi, narasi koersif, atau situasi yang menormalkan ketimpangan kekuasaan antara orang dewasa dan anak. Konten yang dapat disalahgunakan untuk eksploitasi—meskipun dikemas sebagai seni, humor, atau edukasi—dapat dibatasi atau dihapus. Platform juga melarang konten yang mendorong anak membagikan informasi pribadi, gambar, atau komunikasi privat. Penilaian dilakukan berdasarkan risiko dan dampak, bukan niat pembuat konten. Jika terdapat keraguan, keselamatan anak selalu diutamakan.

Grooming, Predatory, and Manipulative Behavior

Grooming, Perilaku Predator, dan Manipulasi

ZOYALINK strictly prohibits grooming and predatory behaviors intended to build trust, dependency, secrecy, or emotional manipulation with minors for exploitative purposes. Grooming may involve gradual normalization of inappropriate topics, requests for secrecy, emotional dependency, gift-giving, flattery, or attempts to isolate minors from protective influences. Such behavior is treated as a serious violation regardless of whether sexual content has yet occurred. ZOYALINK monitors behavioral patterns, interaction histories, and user reports to identify grooming risks and intervene early. Attempts to move conversations involving minors off-platform, request private images, or establish secrecy-based relationships are considered high-risk indicators and may result in immediate enforcement action. Prevention and early disruption of grooming is a core child safety priority.

ZOYALINK melarang keras praktik grooming dan perilaku predator yang bertujuan membangun kepercayaan, ketergantungan, kerahasiaan, atau manipulasi emosional terhadap anak untuk tujuan eksploitasi. Grooming dapat mencakup normalisasi bertahap topik tidak pantas, permintaan kerahasiaan, pembentukan ketergantungan emosional, pemberian hadiah, pujian berlebihan, atau upaya mengisolasi anak dari lingkungan pelindung. Perilaku ini dianggap sebagai pelanggaran berat meskipun belum terjadi konten seksual. ZOYALINK memantau pola perilaku, riwayat interaksi, dan laporan pengguna untuk mendeteksi risiko grooming secara dini. Upaya memindahkan percakapan ke luar platform atau meminta gambar pribadi dianggap sebagai indikator berisiko tinggi dan dapat langsung dikenai sanksi.


Contextual Evaluation of Content Involving Minors

Evaluasi Kontekstual Konten yang Melibatkan Anak

ZOYALINK evaluates content involving minors using a contextual and risk-based approach that considers intent, framing, presentation, audience, and potential misuse. Content that may appear neutral or benign in isolation can become harmful when placed in certain contexts or consumed by specific audiences. Moderation decisions take into account whether content could be sexualized, fetishized, or exploited, even if such outcomes were not intended by the creator. This contextual evaluation allows ZOYALINK to act proactively rather than reactively, reducing the likelihood that harmful patterns are normalized over time. Content creators are expected to understand that responsibility extends beyond intent to foreseeable impact.

ZOYALINK mengevaluasi konten yang melibatkan anak menggunakan pendekatan kontekstual dan berbasis risiko dengan mempertimbangkan niat, penyajian, audiens, dan potensi penyalahgunaan. Konten yang tampak netral secara terpisah dapat menjadi berbahaya dalam konteks tertentu atau bagi audiens tertentu. Keputusan moderasi mempertimbangkan apakah konten berpotensi diseksualisasi, difetisisasi, atau dieksploitasi, meskipun hal tersebut tidak dimaksudkan oleh pembuatnya. Pendekatan ini memungkinkan ZOYALINK bertindak secara preventif untuk mencegah normalisasi pola berbahaya.

Borderline and High-Risk Content

Konten Ambang Batas dan Berisiko Tinggi

Borderline and high-risk content involving minors may include situations where sexualization is implied, power imbalances are present, or imagery could be misused despite not violating explicit rules. ZOYALINK treats such content with heightened scrutiny and may restrict visibility, apply warnings, or remove it entirely to prevent escalation into harmful behavior. This includes content that tests policy boundaries, uses coded language, or relies on ambiguity to evade enforcement. The platform does not allow incremental normalization of risk through repeated borderline behavior. When cumulative risk is identified, enforcement may occur even if individual instances appear marginal.

Konten ambang batas dan berisiko tinggi yang melibatkan anak mencakup situasi di mana terdapat implikasi seksual, ketimpangan kekuasaan, atau visual yang dapat disalahgunakan meskipun tidak melanggar aturan secara eksplisit. ZOYALINK memberikan pengawasan ketat terhadap konten semacam ini dan dapat membatasi visibilitas, memberikan peringatan, atau menghapusnya sepenuhnya untuk mencegah eskalasi. Konten yang menguji batas kebijakan atau menggunakan ambiguitas untuk menghindari penegakan tidak ditoleransi. Jika risiko kumulatif teridentifikasi, tindakan dapat diambil meskipun setiap kejadian tampak ringan secara individual.

Private Communication Safeguards

Perlindungan Komunikasi Privat

ZOYALINK recognizes that private communication features, including direct messages, private replies, and invitation-based interactions, can present heightened risks to minors if misused. While private communication is an essential component of meaningful digital interaction, it is also one of the most commonly exploited vectors for grooming, coercion, manipulation, and abuse involving children. For this reason, ZOYALINK applies enhanced safeguards to private communication environments that involve or may involve minors. These safeguards include behavioral pattern analysis, anomaly detection, rate and frequency monitoring, contextual risk assessment, and prioritized review of reports related to private interactions. The platform actively monitors indicators such as repeated unsolicited contact, requests for secrecy, gradual normalization of inappropriate topics, attempts to establish emotional dependency, and pressure to exchange personal information or media. ZOYALINK does not treat private messages as exempt from safety oversight; rather, privacy is balanced against the fundamental obligation to protect children from harm. Where credible risk indicators are detected, ZOYALINK may intervene by restricting messaging capabilities, issuing protective limitations, suspending accounts, or initiating enforcement actions without prior notice. The objective of these safeguards is not surveillance for its own sake, but early disruption of harmful behavior before irreversible harm occurs. Protection of minors within private communication channels is considered a core safety function, not an optional feature.

ZOYALINK menyadari bahwa fitur komunikasi privat, termasuk pesan langsung, balasan tertutup, dan interaksi berbasis undangan, memiliki risiko tinggi apabila disalahgunakan, khususnya terhadap anak. Meskipun komunikasi privat merupakan bagian penting dari interaksi digital yang sehat, fitur ini juga sering dimanfaatkan untuk grooming, pemaksaan, manipulasi, dan pelecehan terhadap anak. Oleh karena itu, ZOYALINK menerapkan perlindungan tambahan pada lingkungan komunikasi privat yang melibatkan atau berpotensi melibatkan anak. Perlindungan ini mencakup analisis pola perilaku, deteksi anomali, pemantauan frekuensi dan intensitas interaksi, penilaian risiko kontekstual, serta penanganan laporan dengan prioritas tinggi. Indikator seperti kontak berulang tanpa diminta, permintaan kerahasiaan, normalisasi bertahap topik tidak pantas, pembentukan ketergantungan emosional, serta permintaan informasi atau media pribadi diperlakukan sebagai sinyal risiko serius. ZOYALINK tidak menganggap pesan privat sebagai ruang bebas dari pengawasan keselamatan; privasi diseimbangkan dengan kewajiban utama untuk melindungi anak dari bahaya. Apabila terdeteksi risiko yang kredibel, ZOYALINK dapat membatasi fitur komunikasi, menangguhkan akun, atau mengambil tindakan penegakan tanpa pemberitahuan sebelumnya demi mencegah dampak yang tidak dapat diperbaiki.

Off-Platform Contact Restrictions

Pembatasan Kontak di Luar Platform

ZOYALINK strictly restricts and actively discourages any attempt to move interactions involving minors off the platform to external messaging services, social networks, video calls, or encrypted communication tools. Off-platform contact is a well-documented risk factor in cases of grooming and exploitation, as it removes platform-level safeguards, moderation visibility, and reporting mechanisms. Any behavior that encourages minors to migrate conversations outside ZOYALINK—including requests for phone numbers, social media handles, email addresses, video chat links, gaming platforms, or temporary messaging applications—is treated as a high-risk safety violation. This applies regardless of whether such requests are framed as friendly, supportive, collaborative, or harmless. ZOYALINK may proactively intervene when off-platform migration patterns are detected, including restricting accounts, blocking communication pathways, or permanently disabling access. Attempts to justify off-platform contact as necessary for creativity, collaboration, mentorship, or assistance do not override child safety considerations. The platform maintains a clear position that all interactions involving minors must remain within environments where safety mechanisms, auditability, and reporting protections exist. Preventing off-platform isolation is a fundamental strategy to reduce coercion, secrecy, and escalation toward abuse.

ZOYALINK secara tegas membatasi dan mencegah setiap upaya memindahkan interaksi yang melibatkan anak ke luar platform, seperti ke aplikasi pesan lain, media sosial, panggilan video, atau alat komunikasi terenkripsi. Kontak di luar platform merupakan faktor risiko utama dalam kasus grooming dan eksploitasi karena menghilangkan perlindungan, visibilitas moderasi, dan mekanisme pelaporan yang tersedia di dalam platform. Setiap perilaku yang mendorong anak untuk berpindah ke komunikasi eksternal—termasuk permintaan nomor telepon, akun media sosial, alamat email, tautan panggilan video, platform gim, atau aplikasi pesan sementara—dianggap sebagai pelanggaran keselamatan berisiko tinggi. Hal ini berlaku meskipun permintaan tersebut dibingkai sebagai pertemanan, kolaborasi, pendampingan, atau bantuan. ZOYALINK dapat melakukan intervensi proaktif apabila terdeteksi pola migrasi komunikasi ke luar platform, termasuk pembatasan akun atau penonaktifan permanen. Tidak ada alasan kreatif, profesional, atau sosial yang dapat mengesampingkan prinsip perlindungan anak. Semua interaksi yang melibatkan anak harus tetap berada dalam lingkungan yang memiliki mekanisme pengamanan dan akuntabilitas.


Commercial and Financial Exploitation of Minors

Eksploitasi Komersial dan Finansial terhadap Anak

ZOYALINK strictly prohibits any form of commercial or financial exploitation of minors, whether direct or indirect. This includes monetized content, promotional activity, fundraising, affiliate marketing, advertising, sponsorship, or revenue-sharing arrangements that involve minors in exploitative, coercive, or inappropriate contexts. Minors must never be used as tools for financial gain, engagement manipulation, or audience attraction, particularly when such use involves sexualization, emotional exploitation, labor extraction, or power imbalance. This prohibition applies equally to explicit exploitation and more subtle practices, such as pressuring minors to participate in monetized content, leveraging emotional narratives for donations, or using child-related imagery to drive traffic or earnings. ZOYALINK does not allow monetization pathways that benefit from the vulnerability of children. Accounts found to engage in commercial exploitation involving minors may be permanently terminated, with all associated earnings withheld or forfeited. Where applicable, ZOYALINK may preserve evidence and cooperate with regulatory or law enforcement authorities. The platform’s monetization systems are designed to align value creation with ethical responsibility, and child exploitation for profit is fundamentally incompatible with that principle.

ZOYALINK melarang keras segala bentuk eksploitasi komersial dan finansial terhadap anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Larangan ini mencakup konten berbayar, aktivitas promosi, penggalangan dana, pemasaran afiliasi, periklanan, sponsor, atau skema pembagian pendapatan yang melibatkan anak dalam konteks yang eksploitatif, koersif, atau tidak pantas. Anak tidak boleh dijadikan alat untuk keuntungan finansial, manipulasi keterlibatan, atau penarik audiens, terutama apabila melibatkan seksualisasi, eksploitasi emosional, pemanfaatan tenaga, atau ketimpangan kekuasaan. Larangan ini berlaku tidak hanya untuk eksploitasi yang jelas, tetapi juga praktik terselubung seperti menekan anak untuk tampil dalam konten monetisasi, menggunakan narasi emosional untuk donasi, atau memanfaatkan citra anak demi meningkatkan trafik dan pendapatan. ZOYALINK tidak menyediakan jalur monetisasi yang memanfaatkan kerentanan anak. Akun yang terlibat dalam eksploitasi finansial terhadap anak dapat dihentikan secara permanen, dan seluruh penghasilan terkait dapat dibatalkan atau ditahan.


Psychological Harm and Emotional Impact

Dampak Psikologis dan Emosional

ZOYALINK acknowledges that harm to minors extends far beyond physical abuse or explicit sexual content. Psychological harm, emotional manipulation, coercive influence, and exposure to inappropriate material can result in deep and long-lasting trauma. Such harm may affect a child’s sense of identity, self-worth, trust, emotional regulation, and ability to form healthy relationships later in life. Online interactions that involve grooming, pressure, validation-seeking, or normalization of harmful behavior can be particularly damaging because they often occur gradually and invisibly. ZOYALINK evaluates child safety risks not only by what is explicitly shown or said, but by how interactions may shape a child’s emotional development over time. Content or behavior that trivializes, romanticizes, or normalizes exploitation or abuse is treated as a serious threat, even in the absence of immediate physical harm. The platform’s child safety policies are designed to interrupt harmful psychological patterns early, recognizing that prevention of emotional damage is as critical as preventing physical abuse.

ZOYALINK memahami bahwa bahaya terhadap anak tidak terbatas pada kekerasan fisik atau konten seksual eksplisit. Dampak psikologis, manipulasi emosional, pengaruh koersif, dan paparan materi tidak pantas dapat menimbulkan trauma yang mendalam dan berkepanjangan. Dampak ini dapat memengaruhi identitas diri, harga diri, rasa aman, regulasi emosi, serta kemampuan anak membangun hubungan sehat di masa depan. Interaksi daring yang melibatkan grooming, tekanan, pencarian validasi, atau normalisasi perilaku berbahaya sangat merusak karena sering terjadi secara bertahap dan tidak terlihat. ZOYALINK menilai risiko keselamatan anak tidak hanya dari apa yang tampak secara eksplisit, tetapi dari bagaimana interaksi dapat membentuk perkembangan emosional anak dalam jangka panjang. Konten atau perilaku yang menormalkan atau meromantisasi eksploitasi diperlakukan sebagai ancaman serius meskipun belum terjadi bahaya fisik langsung.

Long-Term Digital Footprint Risks

Risiko Jejak Digital Jangka Panjang

ZOYALINK recognizes that digital content involving minors can create permanent or long-lasting digital footprints that may follow a child into adulthood. Images, videos, conversations, or narratives shared online—even if initially perceived as harmless—can be copied, redistributed, manipulated, or weaponized years later without the child’s consent or control. These long-term risks include reputational harm, identity exploitation, harassment, blackmail, and re-traumatization. ZOYALINK therefore applies a precautionary principle when evaluating content involving minors, prioritizing future impact over present intent or popularity. The platform actively works to limit the persistence, visibility, and reuse of content that could negatively affect a minor’s long-term digital identity. Protecting children means not only addressing immediate threats, but also safeguarding their future autonomy, dignity, and ability to define their own digital presence as adults.

ZOYALINK menyadari bahwa konten digital yang melibatkan anak dapat menciptakan jejak digital permanen atau jangka panjang yang dapat melekat hingga dewasa. Gambar, video, percakapan, atau narasi yang dibagikan secara daring—meskipun awalnya dianggap tidak berbahaya—dapat disalin, disebarluaskan, dimanipulasi, atau disalahgunakan di kemudian hari tanpa persetujuan atau kendali anak. Risiko jangka panjang ini mencakup kerusakan reputasi, eksploitasi identitas, perundungan, pemerasan, dan trauma ulang. Oleh karena itu, ZOYALINK menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengevaluasi konten yang melibatkan anak, dengan mengutamakan dampak masa depan dibandingkan niat saat ini atau popularitas sesaat. Melindungi anak berarti menjaga hak mereka atas martabat, otonomi, dan kendali atas identitas digital mereka di masa depan.

AI and Synthetic Media Involving Minors

AI dan Media Sintetis yang Melibatkan Anak

ZOYALINK strictly prohibits the use of artificial intelligence, synthetic media technologies, deepfake systems, generative models, or automated content manipulation tools in any manner that involves minors or simulates the presence, likeness, voice, behavior, or identity of a child in exploitative, sexualized, deceptive, or harmful contexts. This prohibition applies regardless of whether the content is realistic, fictional, animated, stylized, illustrative, or described as artistic or experimental. AI-generated representations of minors—whether fully synthetic, partially modified, or heavily altered from original material—carry a uniquely high risk of abuse, normalization of exploitation, and irreversible harm. Such content can be misused to create false narratives, sexualized imagery, or deceptive materials that may be redistributed beyond the original context, causing long-term psychological and reputational damage to real or perceived victims. ZOYALINK recognizes that advances in AI technology significantly lower the barrier to creating harmful content at scale, increasing the urgency of strict preventative enforcement. Any attempt to generate, enhance, simulate, or manipulate child-related content using AI is treated as a severe policy violation, regardless of claimed intent or disclaimers. This includes, but is not limited to, AI-generated child sexual abuse material (CSAM), synthetic depictions of minors in suggestive scenarios, voice cloning of children, digitally aged-down adults, or AI-assisted grooming behaviors. ZOYALINK applies a precautionary and zero-tolerance approach in this area, prioritizing child protection over creative freedom, technological experimentation, or platform engagement metrics. Violations may result in immediate account termination, permanent bans, forfeiture of earnings, evidence preservation, and escalation to appropriate authorities where required by law.

ZOYALINK melarang secara tegas penggunaan kecerdasan buatan, media sintetis, teknologi deepfake, model generatif, atau sistem manipulasi konten otomatis dalam bentuk apa pun yang melibatkan anak atau mensimulasikan rupa, suara, perilaku, maupun identitas anak dalam konteks yang berbahaya, menipu, mengeksploitasi, atau menyeksualisasi. Larangan ini berlaku tanpa memandang apakah konten tersebut bersifat realistis, fiktif, animasi, ilustratif, bergaya seni, atau diklaim sebagai eksperimen teknologi. Representasi anak berbasis AI—baik sepenuhnya sintetis, dimodifikasi sebagian, maupun diubah secara signifikan—memiliki risiko tinggi untuk disalahgunakan, menormalkan eksploitasi, serta menimbulkan dampak jangka panjang yang tidak dapat diperbaiki. Konten semacam ini dapat digunakan untuk membangun narasi palsu, citra seksual, atau materi manipulatif yang dapat disebarluaskan di luar konteks awal, sehingga membahayakan anak secara psikologis, sosial, dan reputasional. ZOYALINK menyadari bahwa kemajuan AI menurunkan ambang teknis pembuatan konten berbahaya dalam skala besar, sehingga membutuhkan penegakan yang sangat ketat. Setiap upaya membuat, mensimulasikan, memanipulasi, atau memperkuat konten terkait anak menggunakan AI diperlakukan sebagai pelanggaran berat, terlepas dari niat, klaim artistik, atau penyangkalan apa pun. ZOYALINK menerapkan prinsip kehati-hatian dan tanpa toleransi demi memastikan perlindungan anak berada di atas kebebasan bereksperimen teknologi.


Reporting Child Safety Concerns

Pelaporan Isu Keamanan Anak

ZOYALINK provides dedicated, accessible, and confidential reporting mechanisms to allow users, guardians, organizations, and partners to report suspected child safety violations promptly. Reporting child safety concerns is considered a shared responsibility across the platform ecosystem, and ZOYALINK actively encourages users to report any content, behavior, or interaction that may place a minor at risk, even when uncertainty exists. Reports related to child safety are prioritized above standard moderation queues and are handled by trained trust and safety reviewers with specialized protocols. ZOYALINK does not require reporters to prove harm or intent; reasonable suspicion is sufficient to trigger review and protective action. The platform recognizes that early reporting is critical to preventing escalation and long-term harm. Retaliation, harassment, or intimidation against individuals who report child safety concerns is strictly prohibited. ZOYALINK may take protective measures immediately upon receiving credible reports, including content restriction, account limitation, or temporary suspension, while further investigation is conducted. The reporting system is designed to be accessible across regions and languages, reflecting ZOYALINK’s commitment to global child protection standards.

ZOYALINK menyediakan mekanisme pelaporan khusus yang mudah diakses, aman, dan bersifat rahasia untuk memungkinkan pengguna, wali, organisasi, maupun mitra melaporkan dugaan pelanggaran keamanan anak secara cepat. Pelaporan isu keamanan anak dipandang sebagai tanggung jawab bersama dalam ekosistem platform, dan ZOYALINK secara aktif mendorong pengguna untuk melaporkan konten, perilaku, atau interaksi yang berpotensi membahayakan anak, bahkan ketika masih terdapat keraguan. Laporan terkait keamanan anak diprioritaskan di atas proses moderasi biasa dan ditangani oleh tim kepercayaan dan keselamatan yang terlatih dengan protokol khusus. ZOYALINK tidak mengharuskan pelapor membuktikan niat atau dampak secara pasti; kecurigaan yang wajar sudah cukup untuk memicu tindakan perlindungan. Platform ini memahami bahwa pelaporan dini sangat penting untuk mencegah eskalasi dan dampak jangka panjang. Segala bentuk intimidasi atau pembalasan terhadap pelapor dilarang keras.

Emergency Escalation Procedures

Prosedur Eskalasi Darurat

In situations involving credible threats of immediate harm to a child, ZOYALINK applies emergency escalation procedures that go beyond standard moderation workflows. These procedures may include rapid account lockdown, preservation of relevant data and logs, internal escalation to senior safety leadership, and coordination with appropriate external entities when legally required. Emergency escalation is triggered when indicators suggest imminent risk, such as active grooming, coercion, extortion, credible threats, or ongoing exploitation. ZOYALINK’s priority in such cases is the immediate safety of the child, not procedural delay or user engagement considerations. Escalation decisions are made using a risk-based framework designed to minimize harm and prevent further abuse. Where applicable, ZOYALINK may cooperate with law enforcement or child protection authorities in accordance with applicable laws and jurisdictional requirements. These procedures are reviewed and refined continuously to ensure readiness, proportionality, and effectiveness across global contexts.

Dalam situasi yang melibatkan ancaman nyata dan segera terhadap keselamatan anak, ZOYALINK menerapkan prosedur eskalasi darurat yang melampaui alur moderasi standar. Prosedur ini dapat mencakup penguncian akun secara cepat, penyimpanan data dan log terkait, eskalasi internal ke pimpinan keselamatan tingkat tinggi, serta koordinasi dengan pihak eksternal yang berwenang sesuai ketentuan hukum. Eskalasi darurat dipicu apabila terdapat indikasi risiko langsung, seperti grooming aktif, pemerasan, ancaman serius, atau eksploitasi yang sedang berlangsung. Prioritas utama ZOYALINK dalam kondisi ini adalah keselamatan anak secara langsung, bukan pertimbangan prosedural atau keterlibatan pengguna. Keputusan eskalasi dilakukan berdasarkan kerangka penilaian risiko untuk meminimalkan bahaya dan mencegah pelanggaran lanjutan.


Policy Review and Continuous Improvement

Peninjauan dan Peningkatan Kebijakan

ZOYALINK recognizes that child safety risks evolve alongside technology, social behavior, and digital ecosystems. For this reason, the Child Safety Policy is treated as a living framework that undergoes continuous review, evaluation, and improvement. Policy updates may be informed by emerging threat patterns, technological developments, regulatory changes, expert consultation, and feedback from safety organizations and users. ZOYALINK regularly assesses the effectiveness of its safeguards, reporting mechanisms, and enforcement actions to identify gaps and strengthen protections. Updates may be implemented without prior notice to address urgent risks or compliance obligations. By maintaining a dynamic policy approach, ZOYALINK ensures that child protection measures remain relevant, effective, and aligned with global best practices. Continuous improvement reflects the platform’s long-term commitment to child safety as a foundational responsibility rather than a static compliance requirement.

ZOYALINK memahami bahwa risiko keamanan anak terus berkembang seiring kemajuan teknologi, perubahan perilaku sosial, dan dinamika ekosistem digital. Oleh karena itu, Kebijakan Keamanan Anak diperlakukan sebagai kerangka kerja yang hidup dan terus ditinjau serta diperbarui. Pembaruan kebijakan dapat didasarkan pada pola ancaman baru, perkembangan teknologi, perubahan regulasi, konsultasi dengan pakar, serta masukan dari organisasi keselamatan dan komunitas pengguna. ZOYALINK secara berkala mengevaluasi efektivitas perlindungan, mekanisme pelaporan, dan tindakan penegakan untuk mengidentifikasi celah dan memperkuat perlindungan. Pendekatan peningkatan berkelanjutan ini memastikan bahwa perlindungan anak tetap relevan dan selaras dengan praktik terbaik global.


Child Safety Contact and Reporting Channel

Kontak dan Saluran Pelaporan Keamanan Anak

ZOYALINK maintains a dedicated child safety contact channel to receive reports, inquiries, and urgent notifications related to the protection of minors on the platform. This channel is intended for use by users, guardians, educators, organizations, and authorities who identify potential risks or require assistance regarding child safety matters. Communications received through this channel are handled with confidentiality, priority, and sensitivity by trained personnel. ZOYALINK encourages timely reporting and assures that good-faith reports will be treated seriously and without retaliation. Providing a clear and direct contact mechanism reflects ZOYALINK’s commitment to transparency, accountability, and proactive engagement in child protection efforts across all regions where the platform operates.

ZOYALINK menyediakan saluran kontak khusus untuk keamanan anak guna menerima laporan, pertanyaan, dan pemberitahuan darurat terkait perlindungan anak di dalam platform. Saluran ini ditujukan bagi pengguna, wali, pendidik, organisasi, maupun otoritas yang mengidentifikasi potensi risiko atau membutuhkan bantuan terkait isu keamanan anak. Setiap komunikasi ditangani secara rahasia, berprioritas tinggi, dan sensitif oleh tim yang terlatih. ZOYALINK mendorong pelaporan secara tepat waktu dan menjamin bahwa laporan yang dilakukan dengan itikad baik akan ditangani secara serius tanpa risiko pembalasan. Keberadaan saluran ini mencerminkan komitmen ZOYALINK terhadap transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan aktif dalam perlindungan anak secara global.

Reporting Child Safety Violations, Contact Channels, and Content or Account Removal

Pelaporan Pelanggaran Keamanan Anak, Saluran Kontak, dan Penghapusan Konten atau Akun