• 23 jam lalu · 0 · 2 mnt baca
Apa Itu Doom Spending? Alasan Kenapa Anak Muda Sekarang Susah Punya Tabungan (Gambar: The Daily Saver)
Apa Itu Doom Spending? Alasan Kenapa Anak Muda Sekarang Susah Punya Tabungan (Gambar: The Daily Saver)
Lihat Aslinya

Apa Itu Doom Spending? Alasan Kenapa Anak Muda Sekarang Susah Punya Tabungan

Istilah "Doom Spending" belakangan ini ramai dibahas dalam dunia finansial untuk menggambarkan fenomena perilaku konsumtif yang marak terjadi di kalangan generasi muda. Doom spending adalah kebiasaan membelanjakan uang secara tidak terkontrol untuk barang-barang konsumtif atau pengalaman mewah sebagai mekanisme koping mekanistis dalam menghadapi rasa cemas terhadap masa depan. Perilaku ini muncul sebagai respons emosional atas ketidakpastian ekonomi global, tingginya harga hunian, dan krisis iklim yang membuat anak muda merasa impian masa depan mereka semakin tidak terjangkau.

Secara psikologis, dorongan doom spending berakar dari perasaan hopeless atau keputusasaan finansial. Ketika generasi muda merasa bahwa menabung puluhan tahun pun tetap tidak akan cukup untuk membeli rumah atau mencapai kebebasan finansial, otak secara otomatis memilih kepuasan instan saat ini (instant gratification). Pembelian barang-barang seperti pakaian bermerek, gawai terbaru, atau liburan mahal menjadi cara cepat untuk mendapatkan dorongan dopamin demi meredakan stres dan kecemasan secara sementara.

Kemudahan akses transaksi digital dan paparan media sosial semakin memperparah kebiasaan buruk ini. Layanan pinjaman digital, sistem beli sekarang bayar nanti (paylater), dan transaksi sekali klik menghilangkan rasa berat saat mengeluarkan uang fisik. Di saat yang sama, algoritma media sosial terus menerus menyajikan konten gaya hidup mewah dan tren konsumerisme, yang secara tidak sadar memperkuat dorongan untuk ikut berbelanja demi mempertahankan gengsi sosial.

Dampak dari doom spending ini sangat berbahaya bagi kesehatan finansial jangka panjang. Uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk tabungan dana darurat, investasi awal, atau asuransi justru habis menguap untuk barang-barang yang nilainya terdepresiasi dengan cepat. Jika dibiarkan berlarut-larut, kebiasaan ini akan menciptakan lingkaran setan: stres karena tidak punya tabungan, lalu berbelanja lagi untuk menghilangkan stres tersebut.

Untuk keluar dari jebakan doom spending, langkah pertama adalah menyadari pemicu emosional di balik setiap keputusan berbelanja. Anak muda perlu merestrukturisasi tujuan finansial mereka menjadi target-target kecil yang lebih realistis dan terjangkau, sehingga rasionalitas menabung kembali terasa masuk akal. Membatasi penggunaan fitur paylater dan kurasi paparan media sosial juga sangat efektif untuk mengembalikan kendali atas keuangan pribadi.

#DoomSpending #KeuanganAnakMuda #FinancialLiteracy

Rekomendasi Postingan

Apa Itu Doom Spending? Alasan Kenapa Anak Muda Sekarang Susah Punya Tabungan

Apa Itu Doom Spending? Alasan Kenapa Anak Muda Sekarang Susah Punya Tabungan

Berapa Persen Dana Darurat yang Ideal Sebelum Kita Resign Kerja?

Berapa Persen Dana Darurat yang Ideal Sebelum Kita Resign Kerja?

Manajemen Keuangan: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prinsip, dan Contohnya

Manajemen Keuangan: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prinsip, dan Contohnya

Inflasi Bukan Sekadar Harga Naik, tetapi Perubahan Nilai Uang yang Jarang Disadari

Inflasi Bukan Sekadar Harga Naik, tetapi Perubahan Nilai Uang yang Jarang Disadari

Mengapa Dana Darurat Lebih Penting daripada Gaya Hidup Mewah

Mengapa Dana Darurat Lebih Penting daripada Gaya Hidup Mewah

Mengenal Sistem Reward dan Monetisasi Konten ZOYALINK

Mengenal Sistem Reward dan Monetisasi Konten ZOYALINK

Mendag Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Ekspor Internasional

Mendag Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Ekspor Internasional

Tips Mengatasi Kenaikan Harga Bahan Baku Tanpa Menaikkan Harga Jual

Tips Mengatasi Kenaikan Harga Bahan Baku Tanpa Menaikkan Harga Jual

Mengapa tren kerja remote mulai ditinggalkan oleh perusahaan raksasa dunia?

Mengapa tren kerja remote mulai ditinggalkan oleh perusahaan raksasa dunia?

Tren Konser Virtual Metaverse Apakah Jadi Masa Depan Industri Musik?

Tren Konser Virtual Metaverse Apakah Jadi Masa Depan Industri Musik?

Cara Membedakan Biaya Hidup dan Gaya Hidup untuk Keuangan Sehat

Cara Membedakan Biaya Hidup dan Gaya Hidup untuk Keuangan Sehat

Tren Kerja Remote: Kelebihan dan Kekurangan Sistem Kerja WFH yang Wajib Anda Pahami

Tren Kerja Remote: Kelebihan dan Kekurangan Sistem Kerja WFH yang Wajib Anda Pahami

Cara Mengatasi Rasa Bosan dalam Beribadah Saat Hidup Sedang Banyak Masalah

Cara Mengatasi Rasa Bosan dalam Beribadah Saat Hidup Sedang Banyak Masalah

Pikiran Lagi Stres? Ini Alasan Medis Kenapa Asam Lambung Anda Jadi Gampang Naik

Pikiran Lagi Stres? Ini Alasan Medis Kenapa Asam Lambung Anda Jadi Gampang Naik

Berapa Menit Durasi Olahraga Harian yang Efektif untuk Menjaga Imun Tubuh?

Berapa Menit Durasi Olahraga Harian yang Efektif untuk Menjaga Imun Tubuh?

Tips Merawat Baterai Mobil Listrik Agar Awet dan Tidak Gampang Lowbat

Tips Merawat Baterai Mobil Listrik Agar Awet dan Tidak Gampang Lowbat

Cara Algoritma Media Sosial Mempengaruhi Pilihan Politik Anak Muda Zaman Sekarang

Cara Algoritma Media Sosial Mempengaruhi Pilihan Politik Anak Muda Zaman Sekarang

Kisah Sutan Sjahrir: Berjuang Demi Kemerdekaan Indonesia Lewat Obrolan Meja Makan

Kisah Sutan Sjahrir: Berjuang Demi Kemerdekaan Indonesia Lewat Obrolan Meja Makan

Pekerjaan Apa yang Aman dari AI? Ini Skill Manusia yang Tidak Bisa Diganti Robot

Pekerjaan Apa yang Aman dari AI? Ini Skill Manusia yang Tidak Bisa Diganti Robot

Panduan Mudah Menggunakan Docker untuk Membuat Server Sendiri di Laptop

Panduan Mudah Menggunakan Docker untuk Membuat Server Sendiri di Laptop

Tips Liburan Jalur Darat Menuju Labuan Bajo: Rute Hemat Lewat Pulau Flores

Tips Liburan Jalur Darat Menuju Labuan Bajo: Rute Hemat Lewat Pulau Flores

Ciri Kucing Peliharaan Sedang Sakit Gigi dan Cara Mudah Merawat Gusinya

Ciri Kucing Peliharaan Sedang Sakit Gigi dan Cara Mudah Merawat Gusinya