Kamis, 23 Juli 2026, Lembaga Survei Indonesia mempublikasikan hasil evaluasi terhadap kinerja Pemeri... Kamis, 23 Juli 2026, Lembaga Survei Indonesia mempublikasikan hasil evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama sekitar satu tahun lima bulan kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan. Salah satu hasil yang paling menonjol adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mencapai 95,4 persen. Angka tersebut berasal dari gabungan 39,3 persen responden yang mengaku sangat puas dan 56,1 persen yang menyatakan cukup puas.
Survei LSI dilakukan pada 2 sampai 9 Juli 2026 di seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 800 responden yang didistribusikan secara proporsional. Hasil tersebut kemudian dipaparkan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis temuan survei di Bandung pada 23 Juli 2026.
Djayadi menjelaskan tingginya tingkat kepuasan tersebut tidak berdiri pada satu faktor saja. Ada kombinasi antara penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan, sosok Dedi Mulyadi sebagai kepala daerah, serta cara komunikasinya dengan publik. Tingkat popularitas Dedi juga disebut hampir mencapai 100 persen di Jawa Barat, sehingga masyarakat relatif sangat mengenal sosok maupun aktivitas gubernur mereka.
Salah satu faktor yang ikut disoroti adalah penggunaan media sosial. LSI mencatat penetrasi internet di Jawa Barat mencapai sekitar 84 persen. Kondisi tersebut membuat berbagai aktivitas dan komunikasi Dedi melalui media sosial mudah diterima oleh masyarakat dan ikut membentuk persepsi terhadap kinerjanya. Menurut Djayadi, konten yang dinilai positif dan disampaikan hampir setiap hari menjadi salah satu unsur yang ikut memengaruhi penilaian masyarakat.
Selain faktor figur dan komunikasi, masyarakat juga memberikan penilaian terhadap pelaksanaan pemerintahan. Lebih dari 64 persen responden memberikan penilaian baik terhadap penyelenggaraan pemerintahan Jawa Barat. Pada sisi ekonomi, 44 persen responden menilai kondisi ekonomi daerah berada dalam keadaan stabil atau sedang. Sementara itu, layanan publik seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan juga menjadi bagian dari penilaian masyarakat terhadap pemerintahan Dedi Mulyadi.
Meski angka kepuasan sangat tinggi, hasil survei tersebut tidak berarti seluruh masyarakat Jawa Barat mengetahui secara rinci setiap program yang dijalankan pemerintah provinsi. LSI mencatat tingkat pengenalan terhadap sejumlah program unggulan daerah masih berada di bawah 50 persen. Artinya, tingginya kepuasan publik dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap detail program merupakan dua ukuran yang berbeda.
Djayadi juga menegaskan bahwa survei tersebut tidak menghitung secara khusus berapa persen kontribusi masing-masing faktor terhadap angka kepuasan 95,4 persen. Namun, dari keseluruhan temuan, faktor figur kepala daerah dan pelaksanaan program pemerintah terlihat menjadi dua aspek yang paling menonjol dalam membentuk evaluasi positif masyarakat.
Hasil ini menjadi menarik karena muncul pada saat nama Dedi Mulyadi juga sedang mendapat perhatian dalam survei politik nasional. Namun, tingkat kepuasan sebagai gubernur dan elektabilitas dalam simulasi calon presiden merupakan dua indikator yang berbeda. Kepuasan menggambarkan penilaian masyarakat terhadap kinerja seorang kepala daerah, sementara elektabilitas mengukur kecenderungan pilihan dalam konteks politik tertentu.Lihat Selengkapnya
Kepuasan Warga Jawa Barat Terhadap Dedi Mulyadi Capai 95,4 Persen
Dipublikasikan: 1 jam lalu
·
174
·
3 mnt baca
Kepuasan Warga Jawa Barat Terhadap Dedi Mulyadi Capai 95,4 Persen (Gambar: Negeri Konoha)
Kamis, 23 Juli 2026, Lembaga Survei Indonesia mempublikasikan hasil evaluasi terhadap kinerja Pemeri... Lihat Selengkapnya
keren gubernur jawa barat
jabar istimewa
mantap bapa aing