Asuransi jiwa biasanya lebih relevan ketika ada orang lain yang secara finansial bergantung pada penghasilan kita. Misalnya sudah memiliki pasangan, anak, atau anggota keluarga yang memang membutuhkan dukungan keuangan dari kita. Kalau terjadi sesuatu yang membuat kita tidak bisa lagi memberikan penghasilan, manfaat asuransi jiwa dapat membantu mengurangi dampak finansial bagi keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, waktu terbaik membeli asuransi jiwa tidak selalu ditentukan oleh usia tertentu, tetapi lebih berkaitan dengan tanggung jawab dan kondisi finansial seseorang.
Bagi seseorang yang masih lajang dan tidak memiliki tanggungan, kebutuhan asuransi jiwa bisa berbeda. Dalam kondisi tertentu, perlindungan kesehatan atau membangun dana darurat mungkin lebih mendesak daripada langsung membeli asuransi jiwa. Sebelum memilih produk, pahami siapa yang menerima manfaat, berapa besar uang pertanggungannya, berapa lama perlindungannya, berapa premi yang harus dibayar, serta apa saja pengecualiannya. Jangan membeli hanya karena ditawari teman atau karena takut kehilangan kesempatan. Menurut saya, asuransi seharusnya dibeli karena memang ada risiko finansial yang ingin dilindungi, bukan sekadar karena semua orang bilang harus punya.