Tempat paling kering di bumi secara umum diakui oleh para ilmuwan adalah Gurun Atacama yang terletak di pesisir barat benua Amerika Selatan, tepatnya di wilayah negara Chile. Beberapa stasiun pemantau cuaca di Gurun Atacama bahkan mencatat periode tanpa hujan sama sekali selama puluhan hingga ratusan tahun. Rata-rata curah hujan di kawasan ini sangat ekstrem rendahnya, hanya sekitar 1 hingga 15 milimeter per tahun, menjadikan lanskapnya begitu gersang hingga kerap disamakan dengan permukaan planet Mars.
Kondisi Atacama bisa menjadi sangat gersang karena fenomena geografis yang dikenal dengan sebutan efek bayangan hujan ganda (double rain shadow effect). Gurun ini terlempar di antara dua pegunungan tinggi: Pegunungan Andes di sisi timur dan Pegunungan Pesisir Chile di sisi barat. Udara lembab dari Samudra Atlantik tertahan oleh tingginya Pegunungan Andes, sementara arus laut dingin Humboldt di Samudra Pasifik mencegah terbentuknya awan hujan di sisi barat. Kombinasi faktor ini mengunci Atacama dalam kondisi super gersang.
Namun, kalau kita berbicara soal tingkat kekeringan tanpa es (non-polar), Gurun Atacama adalah juaranya. Tapi kalau kita memasukkan kawasan kutub ke dalam perhitungan sains, gelar tempat paling kering di bumi sebenarnya dipegang oleh Lembah Kering McMurdo (McMurdo Dry Valleys) di Benua Antartika. Kawasan Lembah McMurdo ini diperkirakan tidak pernah tersiram hujan atau tertutup es selama hampir dua juta tahun.
Lembah Kering McMurdo bisa terbebas dari salju dan es karena adanya angin katabatik (katabatic winds) yang bertiup sangat kencang turun dari pegunungan dengan kecepatan hingga 320 kilometer per jam. Angin kencang dan panas ini menguapkan seluruh kelembapan udara, salju, dan es sebelum sempat menyentuh permukaan tanah. Akibatnya, wilayah ini menjadi tanah berbatu yang benar-benar gersang di tengah benua es.
Keberadaan tempat-tempat super kering seperti Gurun Atacama dan Lembah McMurdo ini memiliki nilai penting bagi riset sains. Badan antariksa seperti NASA sering menggunakan wilayah-wilayah ini sebagai lokasi uji coba alat dan penjelajah ruang angkasa (rover) sebelum dikirimkan ke Mars, karena kemiripan kondisi ekosistemnya yang sangat minim air dan kehidupan.