Memiliki banyak kemampuan memang bisa menjadi keuntungan, tetapi jumlah skill bukan satu-satunya hal yang menentukan perkembangan karier. Yang lebih penting adalah apakah kemampuan tersebut benar-benar berguna dan bisa diterapkan untuk menghasilkan sesuatu.
Ada orang yang terus belajar banyak hal sekaligus, tetapi tidak pernah cukup mendalami salah satunya. Akhirnya, mereka tahu sedikit tentang banyak bidang, namun kesulitan menunjukkan keahlian yang benar-benar bisa diandalkan.
Sebaliknya, seseorang dengan beberapa kemampuan yang saling mendukung bisa memiliki nilai yang lebih kuat. Misalnya, seorang desainer yang memahami dasar pemasaran dan analitik akan punya sudut pandang berbeda ketika membuat sebuah produk visual.
Karena itu, memilih skill sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren. Lihat juga kebutuhan pekerjaan, masalah yang sering muncul di bidang tersebut, dan kemampuan apa yang bisa membuat seseorang menyelesaikan masalah dengan lebih baik.
Skill yang bagus juga perlu dibuktikan melalui hasil. Sertifikat dan kursus bisa membantu, tetapi pengalaman menerapkan kemampuan tersebut dalam proyek nyata biasanya memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kualitas seseorang.
Bukan berarti seseorang harus berhenti belajar setelah menemukan satu keahlian utama. Justru skill tambahan tetap penting, selama memiliki hubungan yang jelas dengan arah karier yang sedang dibangun.
Pada akhirnya, karier tidak selalu membutuhkan orang yang bisa melakukan semuanya. Perusahaan juga membutuhkan orang yang punya kemampuan tertentu, memahami pekerjaannya dengan baik, dan bisa memberikan hasil yang nyata.