Saya rasa digital detox tidak harus berarti menghilang dari internet selama berminggu-minggu. Bagi banyak orang, media sosial juga berhubungan dengan pekerjaan, komunikasi, informasi, dan bisnis, sehingga berhenti total mungkin justru tidak realistis. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan yang tidak perlu. Misalnya, matikan notifikasi yang tidak penting, tentukan waktu tertentu untuk membuka media sosial, dan hindari kebiasaan mengambil ponsel setiap kali merasa bosan. Kadang kita membuka satu aplikasi hanya sebentar, tetapi akhirnya menghabiskan waktu hampir satu jam karena terus berpindah dari satu konten ke konten berikutnya.
Rasa takut ketinggalan atau FOMO juga perlu dilawan dengan menyadari bahwa kita memang tidak mungkin mengetahui semuanya. Selalu ada berita baru, tren baru, video baru, dan orang yang sedang melakukan sesuatu yang menarik. Kalau terus berusaha mengikuti semuanya, kita justru tidak punya waktu untuk menikmati kehidupan sendiri. Saya lebih suka memilih beberapa sumber yang memang penting daripada mengikuti ratusan akun yang akhirnya hanya memenuhi kepala. Digital detox menurut saya bukan tentang membenci media sosial, tetapi mengembalikan kendali kepada diri sendiri. Kita tetap bisa online ketika memang membutuhkan internet, tetapi tidak merasa harus selalu tersedia dan mengetahui semua hal yang sedang terjadi.