Proyek infrastruktur besar di Indonesia tidak berhenti pada satu proyek saja. Saat ini pembangunan masih berjalan di berbagai sektor seperti transportasi massal, jalan, kawasan perkotaan, energi, dan proyek strategis lainnya. Perkembangannya juga berbeda-beda karena setiap proyek memiliki jadwal, pembiayaan, kondisi lapangan, dan target operasi sendiri. Jadi, tidak tepat jika semua proyek besar dianggap berjalan dengan kecepatan yang sama. Ada proyek yang sudah mendekati penyelesaian, sementara proyek lain masih berada pada tahap konstruksi dan membutuhkan beberapa tahun lagi.
Contohnya, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI–Kota mencapai 62,68 persen per 25 Juli 2026 dan ditargetkan selesai bertahap, sedangkan LRT Jakarta Velodrome–Manggarai telah mencapai sekitar 97,99 persen dan memasuki tahap akhir pekerjaan. 14 Ini menunjukkan bahwa sebagian proyek memang sudah dekat dengan tahap operasional, sementara proyek lain masih membutuhkan waktu. Menurut saya, masyarakat sebaiknya menilai proyek berdasarkan progres fisik, sumber pembiayaan, target penyelesaian, manfaat ekonomi, dan kemampuan pemerintah menjaga kualitas serta biaya pembangunan. Infrastruktur yang bagus bukan hanya yang selesai cepat, tetapi yang benar-benar digunakan, terintegrasi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.