Melihat seseorang bertahan dalam hubungan yang jelas-jelas tidak sehat dari luar memang sering membuat kita bertanya, "Kenapa dia tidak pergi saja?" Masalahnya, meninggalkan hubungan tidak selalu sesederhana mengambil keputusan lalu pergi. Ada orang yang sudah terlalu terikat secara emosional, takut sendirian, takut kehilangan tempat tinggal atau dukungan finansial, atau masih berharap pasangannya akan berubah. Dalam hubungan yang penuh manipulasi, seseorang juga bisa dibuat terus merasa bahwa semua masalah adalah kesalahannya sendiri. Lama-kelamaan, kepercayaan terhadap diri sendiri bisa menurun dan keputusan untuk pergi terasa jauh lebih sulit.
Ada juga hubungan yang tidak selalu buruk setiap saat. Setelah mengalami pertengkaran atau perlakuan menyakitkan, mungkin muncul masa ketika pasangan kembali bersikap sangat baik dan membuat seseorang merasa bahwa hubungan tersebut masih bisa diselamatkan. Siklus seperti ini dapat membuat seseorang terus berharap keadaan akan berubah. Karena itu, menurut saya, menyalahkan orang yang bertahan bukanlah cara yang tepat. Yang lebih membantu adalah memberikan dukungan tanpa menghakimi dan membantu mereka melihat bahwa mereka tetap memiliki pilihan. Keluar dari hubungan yang toxic bisa membutuhkan keberanian, persiapan, dan dukungan yang cukup, terutama jika ada ancaman, kontrol, atau ketergantungan yang membuat situasinya semakin rumit.