Saya merasa cara orang memandang uang memang mulai berubah. Dulu membeli barang baru sering dianggap sebagai bentuk pencapaian, apalagi kalau barang tersebut mahal atau sulit dimiliki. Sekarang banyak anak muda justru lebih tertarik menghabiskan uang untuk perjalanan, konser, kuliner, kegiatan bersama teman, atau pengalaman yang bisa dikenang. Salah satu alasannya mungkin karena barang semakin mudah didapat dan tren berubah sangat cepat. Sesuatu yang terlihat keren hari ini bisa terasa biasa saja beberapa bulan kemudian. Sementara pengalaman tertentu bisa menjadi cerita yang terus diingat meskipun acaranya sudah selesai.
Media sosial juga ikut memengaruhi perubahan ini. Orang bukan hanya ingin memiliki sesuatu, tetapi juga ingin mengalami sesuatu dan membagikannya. Namun menurut saya, memilih pengalaman dibanding barang bukan berarti semua uang harus dihabiskan untuk jalan-jalan atau hiburan. Pengalaman juga perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Jangan sampai mengejar kenangan justru meninggalkan utang yang membuat kita stres setelahnya. Yang menarik dari tren ini adalah semakin banyak orang mulai menyadari bahwa nilai sebuah pengeluaran tidak selalu ditentukan oleh benda yang dibawa pulang. Kadang makan malam sederhana bersama orang yang kita sayangi justru meninggalkan kesan yang jauh lebih lama daripada barang mahal yang akhirnya hanya tersimpan di lemari.