Dana darurat adalah uang yang memang disiapkan untuk menghadapi kejadian tidak terduga, bukan uang untuk membeli barang yang sedang diinginkan. Bagi seseorang yang masih lajang, kebutuhan dana darurat biasanya bisa dihitung berdasarkan pengeluaran wajib setiap bulan. Misalnya kebutuhan pokok dan tagihan rutin mencapai Rp3 juta per bulan, maka target awal bisa dihitung dari beberapa kali jumlah pengeluaran tersebut. Banyak perencana keuangan menggunakan kisaran beberapa bulan biaya hidup sebagai patokan, tetapi jumlah ideal tetap bergantung pada kondisi pekerjaan, tanggungan, kestabilan pendapatan, dan situasi pribadi.
Kalau pekerjaan cukup tidak stabil, pendapatan berasal dari usaha atau freelance, atau ada kondisi lain yang membuat pemasukan mudah berubah, dana darurat yang lebih besar bisa memberikan rasa aman. Sebaliknya, orang dengan pekerjaan yang relatif stabil mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda. Yang penting, jangan mencampurkan dana darurat dengan uang untuk investasi atau belanja. Simpan di tempat yang relatif aman dan mudah diakses ketika benar-benar dibutuhkan. Menurut saya, tidak perlu menunggu punya uang banyak untuk mulai membangun dana darurat. Sisihkan secara rutin sesuai kemampuan, karena dana darurat yang kecil tetap jauh lebih membantu daripada tidak memiliki cadangan sama sekali ketika masalah datang.