Bangun pagi sebenarnya tidak otomatis membuat seseorang menjadi lebih produktif. Kalau tidur terlalu larut kemudian memaksa bangun pukul lima pagi, yang terjadi justru tubuh kekurangan waktu istirahat dan kita menjalani hari dalam kondisi lelah. Jadi kalau ingin membangun morning routine, saya rasa langkah pertama bukan membeli alarm baru atau membuat daftar aktivitas panjang, tetapi memperbaiki waktu tidur. Tubuh membutuhkan jadwal yang cukup konsisten agar perubahan tidak terasa seperti hukuman setiap pagi. Mulailah dari perubahan kecil dan jangan langsung memaksakan diri bangun terlalu pagi kalau selama ini terbiasa bangun lebih siang.
Setelah berhasil bangun, jangan langsung memenuhi pagi dengan banyak target. Minum air, membuka jendela, merapikan tempat tidur, melakukan peregangan ringan, berjalan sebentar, atau duduk menikmati sarapan bisa menjadi awal yang cukup. Kalau ingin menggunakan pagi untuk bekerja atau belajar, pilih satu atau dua hal yang benar-benar penting. Morning routine seharusnya membantu kita memulai hari dengan tenang, bukan menjadi daftar pencapaian yang membuat kita merasa gagal kalau satu aktivitas terlewat. Saya lebih memilih rutinitas sederhana yang bisa dilakukan hampir setiap hari daripada rutinitas luar biasa yang hanya bertahan tiga hari. Kuncinya bukan bangun paling pagi, tetapi bangun dengan kondisi tubuh yang cukup istirahat dan memiliki arah yang jelas untuk menjalani hari.