Pernah nggak kamu baru saja membaca sesuatu, merasa sudah paham, tapi beberapa jam kemudian malah lupa hampir semuanya? Itu terjadi karena informasi yang masuk ke otak belum tentu langsung tersimpan sebagai memori jangka panjang. Memori jangka pendek memiliki kapasitas dan durasi yang terbatas, sehingga informasi perlu diproses lebih lanjut agar bisa bertahan lebih lama. Perhatian, pengulangan, pemahaman terhadap informasi, serta hubungan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya ikut menentukan apakah informasi tersebut akan semakin kuat atau justru hilang.
Dalam proses pembentukan memori jangka panjang, otak melakukan perubahan pada koneksi antarneuron. Proses ini dikenal sebagai konsolidasi memori dan dapat berlangsung selama berjam-jam hingga lebih lama. Tidur juga punya peran penting karena otak tetap memproses dan memperkuat informasi yang dipelajari. Itu sebabnya belajar sambil memahami materi, mengulangnya secara berkala, mencoba mengingat kembali tanpa melihat catatan, dan tidur cukup biasanya jauh lebih efektif daripada sekadar membaca materi berkali-kali. Jadi, kalau ingin informasi benar-benar melekat, otak membutuhkan proses, bukan sekadar paparan informasi.