Mendapat rating bintang satu memang bisa membuat pemilik bisnis panik, terutama kalau ulasan tersebut terlihat oleh calon pelanggan. Tetapi respons pertama sebaiknya bukan langsung membalas dengan emosi. Baca dulu keluhannya dan cari tahu apakah memang ada masalah yang perlu diperbaiki. Kalau pelanggan benar-benar mengalami pengalaman buruk, berikan respons yang sopan, akui masalahnya jika memang terjadi, lalu jelaskan langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikannya. Calon pelanggan biasanya tidak hanya melihat rating, tetapi juga melihat bagaimana sebuah bisnis menangani kritik.
Kalau ulasan ternyata palsu, berisi penghinaan, spam, atau melanggar aturan platform, gunakan fitur pelaporan yang tersedia daripada melakukan perang komentar. Jangan meminta pelanggan lain membuat ulasan palsu untuk menutupi rating buruk karena tindakan tersebut justru dapat merusak reputasi dalam jangka panjang. Lebih baik fokus mendapatkan ulasan positif secara alami dari pelanggan yang memang puas. Jadikan keluhan sebagai data untuk mencari pola masalah, misalnya pelayanan lambat, produk tidak sesuai deskripsi, kemasan rusak, atau respons admin terlalu lama. Satu ulasan buruk memang tidak menyenangkan, tetapi kalau ditangani dengan profesional justru bisa menunjukkan kepada calon pelanggan bahwa bisnis tersebut bertanggung jawab.