Melihat film menghasilkan ratusan miliar rupiah dari penjualan tiket belum tentu berarti produsernya mendapatkan keuntungan sebesar itu. Pendapatan box office harus dibedakan dari uang yang benar-benar masuk kepada pihak produksi. Sebagian pendapatan tiket biasanya menjadi bagian bioskop, sementara sisanya digunakan untuk berbagai kebutuhan sesuai kesepakatan distribusi. Setelah itu masih ada biaya produksi film, pemasaran, distribusi, pajak, dan berbagai biaya lainnya. Jadi angka box office yang terlihat besar tidak otomatis sama dengan laba bersih.
Film bisa dianggap sangat sukses ketika pendapatan dari berbagai sumber mampu melampaui keseluruhan biaya yang dikeluarkan. Sumber pendapatan juga tidak selalu berasal dari tiket bioskop. Ada hak streaming, penjualan lisensi ke televisi, distribusi internasional, merchandise, produk turunan, dan sumber lainnya tergantung jenis filmnya. Sebaliknya, film dengan penonton yang cukup banyak tetap bisa merugi kalau biaya produksinya terlalu besar. Karena itu, ketika membaca berita bahwa sebuah film "untung besar", saya biasanya tidak hanya melihat jumlah penonton atau pendapatan box office. Yang lebih penting adalah membandingkannya dengan biaya produksi dan memahami bagaimana pendapatan tersebut dibagi di antara pihak-pihak yang terlibat.