Kucing dikenal sebagai hewan yang aktif dan suka bermain, terutama setelah mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Bagi pemiliknya, melihat kucing berlarian dan bermain tentu menjadi hal yang menyenangkan sekaligus dapat menjadi tanda bahwa kondisi kucing terlihat baik.
Namun, kucing yang biasanya ceria terkadang bisa tiba-tiba menjadi lebih pendiam, murung, atau tidak tertarik melakukan aktivitas yang biasanya disukai. Perubahan perilaku seperti ini tentu membuat pemilik bertanya-tanya mengenai penyebabnya.
Menurut dokter hewan Vici Eko Handayani, perubahan perilaku pada kucing bisa terjadi karena ada sesuatu yang dirasakan oleh hewan tersebut tetapi tidak selalu dapat dipahami oleh pemiliknya. Kucing juga dapat merespons suasana emosional yang ada di lingkungan sekitarnya.
Ketika pemilik sedang marah, kesal, atau mengalami suasana hati yang buruk, kucing bisa ikut merasakan perubahan tersebut. Karena itu, kondisi emosional pemilik terkadang dapat memengaruhi perilaku hewan peliharaan.
Meski demikian, kucing yang mendadak murung tidak selalu berarti sedang mengalami masalah psikologis.
Dari sisi medis, perubahan perilaku juga perlu diperhatikan karena bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan. Hal ini menjadi semakin penting pada kucing yang sudah berusia lanjut karena kemungkinan mengalami masalah kesehatan tertentu dapat meningkat seiring bertambahnya usia.
Pemilik sebaiknya memperhatikan apakah perubahan perilaku tersebut disertai tanda lain, seperti nafsu makan berkurang, perubahan kebiasaan minum, lebih sering tidur, kesulitan bergerak, sering bersembunyi, atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya disukai.
Perubahan perilaku yang berlangsung sementara mungkin hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan atau suasana hati. Namun, jika kucing terus terlihat murung atau muncul gejala lain, pemeriksaan oleh dokter hewan dapat membantu mengetahui penyebabnya dengan lebih tepat.