Kucing bisa mengalami stres ketika berada di lingkungan baru, tetapi tandanya tidak selalu terlihat jelas. Sebagian kucing justru menjadi lebih diam dan bersembunyi sehingga pemilik mengira mereka hanya sedang beradaptasi. Padahal, perubahan perilaku tersebut bisa menjadi tanda bahwa kucing merasa tidak aman atau belum nyaman dengan lingkungan barunya.
Salah satu tanda yang sering muncul adalah kucing lebih banyak bersembunyi daripada biasanya. Kucing mungkin memilih berada di bawah tempat tidur, di dalam lemari, atau di sudut tertentu dan enggan keluar. Perubahan pola makan dan minum juga perlu diperhatikan, terutama jika kucing tiba-tiba kehilangan nafsu makan.
Perubahan kebiasaan buang air bisa menjadi tanda lain. Kucing yang biasanya menggunakan litter box tetapi tiba-tiba buang air di tempat berbeda mungkin sedang mengalami masalah perilaku atau stres. Namun, perubahan tersebut juga bisa berkaitan dengan masalah kesehatan sehingga tidak sebaiknya langsung dianggap hanya karena lingkungan baru.
Beberapa kucing juga menunjukkan perubahan interaksi. Ada yang menjadi lebih agresif, mudah terkejut, sering mengeong, atau justru menghindari pemilik. Grooming yang berlebihan juga perlu diperhatikan karena stres dapat memengaruhi perilaku kucing. Perubahan yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan.
Untuk membantu kucing beradaptasi, sediakan tempat aman yang tenang, makanan dan air yang mudah dijangkau, serta litter box yang sesuai. Jangan memaksa kucing keluar dari tempat persembunyiannya atau terus-menerus menggendongnya ketika belum nyaman. Berikan waktu untuk mengenali lingkungan secara bertahap. Jika kucing tidak makan, menunjukkan perubahan perilaku yang berat, atau muncul gejala fisik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan.