Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Di Antara Miliaran Wanita Yang Pernah Hidup Di Bumi, Hanya Empat Yang Rasulullah
Jamin Menjadi Pemimpin Bidadari Surga. Siapa Mereka? Dan Kenapa Allah Pilih Mereka?
Pertama, Maryam binti Imran.
Wanita yang sejak bayi sudah diserahkan ibunya untuk menjaga Baitul Maqdis. Hari-harinya hanya ibadah. Sampai suatu hari, Malaikat Jibril datang... Maryam hamil tanpa suami.
Bayangkan, difitnah satu kampung, diasingkan sendirian, melahirkan di bawah pohon kurma tanpa siapa pun. Tapi Maryam diam. Ia tidak membela diri. Ia biarkan Allah yang membela.
Dan Allah pun berfirman: "Dan Maryam yang menjaga kehormatannya." Kesuciannya Allah abadikan di Al-Qur'an.
Kedua, Khadijah binti Khuwailid.
Wanita terkaya di Mekkah. Separuh dagang Quraisy miliknya. Cantik, cerdas, banyak yang melamar tapi ia tolak.
Sampai ia melihat Muhammad yang jujur. Ia yang melamar. Usia 40 tahun, menikah dengan pemuda 25 tahun.
Saat wahyu pertama turun dan Rasulullah gemetar ketakutan di Gua Hira, Khadijah lah yang menyelimuti, yang berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu."
Ia korbankan semua hartanya, seluruh hidupnya, untuk dakwah. 24 tahun pernikahan, ia tak pernah dipoligami. Cinta sejati yang menguatkan.
Ketiga, Fathimah Az-Zahra, putri bungsu Rasulullah.
Putri Nabi, tapi hidupnya sangat sederhana. Tangannya lecet karena menggiling gandum sendiri. Pernah 3 hari tidak makan.
Saat ayahnya dilempari kotoran unta oleh kaum kafir, Fathimah kecil yang membersihkannya sambil menangis.
Ia menikah dengan Ali tanpa pesta mewah, hanya dengan baju besi. Tapi dari rahimnya, lahir Hasan dan Husain, pemimpin pemuda surga.
Dan keempat, Asiyah binti Muzahim... istri Firaun.
Tinggal di istana paling megah di dunia. Punya segalanya: emas, tahta, pelayan. Suaminya mengaku sebagai Tuhan.
Tapi hatinya melihat kebenaran. Saat bayi Musa ditemukan di Sungai Nil, Asiyah yang menyelamatkannya dan membesarkannya di istana Firaun sendiri.
Ketika ia beriman kepada Allah, Firaun murka. Tangannya dipaku, dijemur di padang pasir yang panas, kepalanya ditindih batu besar.
Di detik terakhir sebelum syahid, ia tidak minta dilepaskan. Ia berdoa: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu di dalam surga." Doa itu Allah abadikan di surat At-Tahrim.
Maryam dengan kesuciannya.
Khadijah dengan kesetiaannya.
Fathimah dengan kesabarannya.
Asiyah dengan keteguhannya.
Jika hari ini kamu diuji, ingat mereka. Kamu sedang meniti jalan yang sama menuju surga.