Fahmi Ilman
47 menit
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

ALASAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB MENCOPOT KHALID BIN WALID DARI PANGLIMA PERANG!

ALASAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB MENCOPOT KHALID BIN WALID DARI PANGLIMA PERANG! gambar oleh Fahmi Ilman
Khalid bin Walid dicopot dari jabatannya sebagai panglima tertinggi perang oleh Khalifah Umar bin Khattab. Pencopotan ini bukan karena kekalahan, kebencian pribadi, atau penurunan kemampuan militer. Alasan utamanya adalah untuk menjaga kemurnian akidah umat Islam Pencopotan Panglima Khalid bin Walid, yang dijuluki Saifullah (Pedang Allah), dari jabatan Panglima Tertinggi pasukan Islam. Khalid bin Walid sebagai panglima yang dicopot, dan Khalifah Umar bin Khattab sebagai khalifah yang mencopot. Pada masa Kekhalifahan Umar bin Khattab, tepatnya saat pasukan Islam sedang berada di puncak kejayaan di medan Syam, setelah wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Di medan perang wilayah Syam (Suriah sekarang), saat surat pencopotan itu dibacakan di depan pasukan. Pada masa itu Khalid sedang berada di puncak kejayaannya dengan rekor tak terkalahkan. Sebagian kaum Muslimin mulai mengaitkan kemenangan-kemenangan gemilang tersebut kepada sosok Khalid semata, bukan kepada pertolongan Allah SWT. Umar khawatir hal ini akan menjerumuskan umat ke dalam kultus individu (mengagungkan manusia) dan keyakinan keliru bahwa kemenangan hanya bisa diraih jika Khalid yang memimpin. Umar mengirim surat resmi pencopotan dan menunjuk Abu Ubaidah bin Al-Jarrah RA sebagai penggantinya. Khalid menerimanya dengan penuh keikhlasan, tanpa protes. Ia tetap berjuang sebagai prajurit biasa di bawah komando Abu Ubaidah, menunjukkan ketawadhuan dan keikhlasan luar biasa. "Aku tidak memecatnya karena murka atau karena pengkhianatan, melainkan karena rakyat terlalu mengagungkannya hingga mereka hampir terfitnah. Aku ingin mereka tahu bahwa Allah-lah yang memenangkan agama ini." — Umar bin Khattab 1. Tauhid di Atas Segalanya: Kemenangan hakikatnya dari Allah, bukan dari hebatnya manusia. 2. Jabatan Adalah Amanah, Bukan Hak: Jabatan bisa dicopot kapan saja demi kemaslahatan umat. 3. Pemimpin Hebat Cegah Kultus: Pemimpin sejati tidak membiarkan rakyat mengkultuskan individu. 4. Keteladanan Khalid: Meski dicopot, Khalid tetap taat dan berjuang. Inilah contoh prajurit sejati.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar
.