Mengatur waktu bukan berarti membuat setiap menit dalam sehari harus diisi dengan pekerjaan. Justru kalau semua waktu kita dipenuhi target, pekerjaan, dan kewajiban, tubuh dan pikiran tidak pernah benar-benar mendapatkan kesempatan untuk berhenti. Saya merasa salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah membuat daftar tugas terlalu banyak, lalu merasa gagal ketika tidak semuanya selesai. Padahal tidak semua pekerjaan memiliki tingkat kepentingan yang sama. Cobalah menentukan beberapa hal yang benar-benar harus selesai hari itu dan jangan takut menunda pekerjaan yang memang bisa dikerjakan nanti. Dengan begitu, energi tidak habis hanya karena mencoba mengejar semuanya sekaligus.
Istirahat juga seharusnya dianggap sebagai bagian dari manajemen waktu, bukan hadiah setelah semua pekerjaan selesai. Kalau sudah terlalu lelah, kemampuan berpikir dan mengambil keputusan juga ikut menurun. Karena itu, memberikan jeda di antara pekerjaan, menjaga waktu tidur, dan membatasi pekerjaan di luar jam yang sudah ditentukan bisa sangat membantu. Kalau bekerja dari rumah, batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bahkan lebih mudah hilang. Menurut saya, time management yang sehat bukan tentang menjadi sibuk sepanjang hari, tetapi memastikan hal penting selesai tanpa mengorbankan kesehatan dan kehidupan pribadi. Produktif seharusnya berarti mampu menggunakan energi dengan bijak, bukan sekadar bekerja selama mungkin.