Mengatasi siswa yang terlalu bergantung pada gadget tidak cukup hanya dengan menyita ponsel atau melarang penggunaannya selama berada di sekolah. Guru perlu memahami terlebih dahulu mengapa siswa begitu sulit melepaskan gadget. Bisa saja mereka menggunakannya karena bermain game, media sosial, berkomunikasi dengan teman, atau sekadar mencari hiburan ketika merasa bosan.
Langkah pertama yang bisa dilakukan guru adalah membuat aturan penggunaan gadget yang jelas dan konsisten. Siswa perlu mengetahui kapan gadget boleh digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan kapan harus disimpan. Aturan yang sederhana akan lebih mudah diterapkan daripada larangan yang terlalu banyak dan sulit diawasi.
Pembelajaran juga perlu dibuat lebih aktif agar siswa tidak merasa bahwa gadget adalah satu-satunya sumber hiburan. Diskusi kelompok, praktik, permainan edukatif, proyek, presentasi, dan kegiatan yang melibatkan kerja sama bisa membuat suasana kelas lebih menarik. Ketika siswa benar-benar terlibat dalam kegiatan belajar, keinginan untuk terus melihat layar biasanya bisa berkurang.
Guru juga dapat mengajarkan literasi digital, bukan hanya memberikan larangan. Siswa perlu memahami dampak penggunaan gadget yang berlebihan terhadap konsentrasi, waktu belajar, interaksi sosial, dan kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami alasannya, mereka lebih mungkin belajar mengatur penggunaan gadget daripada sekadar mematuhinya karena takut dihukum.
Yang tidak kalah penting, guru sebaiknya berkomunikasi dengan orang tua jika penggunaan gadget sudah mengganggu proses belajar secara serius. Penanganan akan lebih efektif jika sekolah dan keluarga menerapkan kebiasaan yang sejalan. Tujuannya bukan membuat siswa menjauhi teknologi sepenuhnya, tetapi membantu mereka menggunakan gadget secara sehat, terarah, dan sesuai kebutuhan.