Tidak semua rasa bosan atau hari kerja yang berat berarti kita harus langsung mengundurkan diri. Setiap pekerjaan pasti memiliki masa sulit. Tetapi ada beberapa kondisi yang menurut saya memang perlu dianggap serius, terutama kalau masalahnya berlangsung lama dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Misalnya lingkungan kerja yang terus-menerus penuh tekanan, perlakuan tidak adil, pelanggaran serius terhadap hak karyawan, tidak ada kesempatan berkembang, gaji atau kewajiban perusahaan bermasalah, atau pekerjaan mulai mengganggu kehidupan pribadi secara terus-menerus. Kalau setiap hari hanya bertahan karena takut mengambil keputusan, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali apakah pekerjaan tersebut masih layak dipertahankan.
Namun resign sebaiknya tidak dilakukan secara impulsif kalau kondisi keuangan belum siap. Kalau situasinya masih memungkinkan, cari pekerjaan baru terlebih dahulu, siapkan dana darurat, perbarui CV, dan mulai membangun koneksi profesional. Kalau masalahnya sangat serius atau menyangkut keselamatan dan hak dasar, tentu situasinya perlu ditangani dengan lebih cepat melalui jalur yang sesuai. Menurut saya, resign bukan berarti kalah atau gagal. Ada kalanya meninggalkan pekerjaan justru menjadi langkah untuk menyelamatkan waktu, energi, dan arah karier. Yang penting adalah mengambil keputusan dengan kepala dingin dan memahami konsekuensi setelah keluar.