Agama samawi biasanya dipahami sebagai agama yang memiliki konsep wahyu dari Tuhan dan tradisi yang berhubungan dengan kenabian atau kitab suci. Sementara itu, budaya merupakan hasil perkembangan masyarakat yang mencakup bahasa, adat istiadat, seni, kebiasaan, nilai sosial, pakaian, makanan, dan berbagai cara hidup. Jadi, agama dan budaya sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda meskipun dalam kehidupan sehari-hari keduanya sering bercampur dan sulit dipisahkan.
Ketika sebuah agama berkembang di suatu wilayah, masyarakat setempat tentu membawa kebiasaan dan budaya mereka. Akibatnya, cara orang menjalankan atau mengekspresikan agamanya bisa memiliki warna budaya tertentu. Cara berpakaian, bentuk arsitektur tempat ibadah, makanan dalam perayaan, musik, dan tradisi sosial bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, meskipun orang-orang tersebut berada dalam agama yang sama.
Menurut saya, membedakan ajaran agama dengan budaya penting agar kita tidak langsung menganggap semua kebiasaan suatu kelompok sebagai bagian dari ajaran agama. Ada tradisi yang memang memiliki dasar keagamaan, tetapi ada juga kebiasaan yang berkembang karena sejarah dan lingkungan masyarakat. Memahami perbedaan ini bisa membuat kita lebih hati-hati ketika menilai praktik keagamaan orang lain.