Resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak merespons insulin secara efektif sehingga tubuh perlu menghasilkan lebih banyak insulin untuk membantu mengatur kadar gula darah. Kondisi ini tidak biasanya muncul karena satu makanan atau satu kebiasaan saja. Risiko dapat dipengaruhi oleh kelebihan lemak tubuh, terutama lemak di sekitar organ, kurang aktivitas fisik, pola makan yang kurang baik, faktor genetik, usia, kualitas tidur, dan kondisi kesehatan tertentu.
Yang sering dilupakan adalah resistensi insulin dapat berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas. Seseorang bisa merasa baik-baik saja sementara perubahan metabolisme sudah mulai terjadi. Karena itu, menjaga berat badan yang sehat, aktif bergerak, tidur cukup, dan menerapkan pola makan seimbang bisa membantu menurunkan risiko. Kalau memiliki faktor risiko diabetes, pemeriksaan gula darah secara berkala juga penting karena deteksi lebih awal memberi kesempatan untuk melakukan perubahan sebelum masalah berkembang lebih jauh.