Serangan jantung dan henti jantung mendadak sering dianggap sama, padahal keduanya berbeda. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke bagian otot jantung tersumbat sehingga jaringan jantung kekurangan oksigen. Gejalanya bisa berupa nyeri atau tekanan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain. Orang yang mengalami serangan jantung biasanya masih memiliki denyut jantung dan kesadaran, meskipun kondisinya bisa sangat serius.
Henti jantung mendadak terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti memompa darah secara efektif, biasanya akibat gangguan listrik pada jantung. Orang tersebut bisa tiba-tiba tidak sadar dan tidak bernapas normal. Ini merupakan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan segera, termasuk menghubungi layanan darurat, melakukan CPR jika mampu, dan menggunakan AED bila tersedia. Serangan jantung memang dapat menyebabkan henti jantung, tetapi keduanya bukan istilah untuk kondisi yang sama.