HIIT atau latihan interval intensitas tinggi dilakukan dengan periode latihan sangat intens yang diselingi waktu pemulihan, sedangkan steady-state dilakukan dengan intensitas yang relatif stabil dalam waktu lebih lama. Keduanya bisa membantu meningkatkan kebugaran dan menggunakan energi, termasuk dari lemak. Perbedaannya lebih terasa pada pola latihan, intensitas, durasi, dan beban tubuh setelah berolahraga.
Kalau tujuan utamanya menurunkan lemak tubuh, jangan terlalu terjebak pada anggapan bahwa satu jenis kardio pasti jauh lebih unggul. Penurunan lemak dalam jangka panjang sangat dipengaruhi keseimbangan energi, pola makan, aktivitas harian, kualitas tidur, dan konsistensi latihan. HIIT bisa menarik bagi orang yang punya waktu terbatas, sementara steady-state mungkin lebih nyaman dilakukan lebih lama dan lebih mudah dipertahankan. Pilihan terbaik biasanya adalah latihan yang sesuai kondisi tubuh dan bisa dilakukan secara konsisten.