Nona Dina
2 jam
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Tetangga Rumah Suka Karaoke Siang Hari, Sampai Aku Hafal Semua Lagunya!

Tetangga Rumah Suka Karaoke Siang Hari, Sampai Aku Hafal Semua Lagunya! gambar oleh Nona Dina
Punya tetangga yang hobi karaoke itu sebenarnya menyenangkan. Rumah jadi ramai, Suasana Jadi Meriah, Dan Kita Bisa Menikmati Hiburan Gratis Tanpa Harus Beli Tiket Konser. 🤣 Tapi masalahnya, tetanggaku ini punya kebiasaan yang luar biasa. Setiap siang, saat matahari sedang terik-teriknya dan orang-orang mulai mengantuk setelah makan, dia justru berubah menjadi penyanyi profesional. Jam sebelas siang, suara musik mulai terdengar. 🎤 “Cinta... mengapa kau pergi...” Awalnya aku masih santai. Kupikir, ya sudahlah, namanya juga orang punya hobi. Mungkin dia sedang mencari kebahagiaan lewat musik. Lima belas menit kemudian, lagu berganti. 🎤 “Aku bukan jodohnya...” Aku yang sedang mencuci piring langsung berhenti. “Lho, memangnya kenapa? Siapa yang bukan jodohnya?” gumamku sambil menoleh ke arah rumah tetangga. Aku mulai penasaran. Jangan-jangan tetanggaku sedang patah hati. Belum sempat aku melanjutkan pekerjaan, lagu berikutnya sudah dimulai. Kali ini lagu dangdut dengan suara yang menggelegar sampai kaca jendela rumahku terasa ikut bergetar. Astaga! Ini orang karaoke atau sedang menguji kekuatan speaker untuk konser nasional? 😂 Aku mencoba bersabar. Niatnya mau tidur siang sebentar, tetapi baru saja memejamkan mata, terdengar suara melengking dari sebelah rumah. 🎤 “Sakitnya tuh di sini!” Aku langsung bangun sambil memegang dada. “Ya ampun! Aku juga ikut sakit, padahal nggak punya masalah cinta!” kataku kesal sekaligus geli. Yang paling luar biasa, tetanggaku itu selalu bernyanyi dengan penuh penghayatan. Kalau lagunya sedih, suaranya seperti orang ditinggal menikah oleh kekasihnya. Kalau lagunya bahagia, dia bernyanyi seolah baru memenangkan undian satu miliar rupiah. Padahal, setahuku, dia cuma sedang menyapu halaman sambil memegang mikrofon. Suatu hari, aku memberanikan diri menyapanya. “Bu, wah, suaranya semangat sekali. Tiap siang karaoke, ya?” Dia tersenyum bangga. “Iya, Mbak! Biar nggak stres. Daripada dipendam, mending nyanyi!” Aku mengangguk sambil tersenyum tipis. “Oh, begitu. Bagus juga, Bu. Kalau saya biasanya menghilangkan stres dengan tidur siang.” Dia langsung tertawa. “Lho, ya tidur saja, Mbak!” Aku hampir menjawab, “MAU TIDUR BAGAIMANA, BU? SUARA IBU SUDAH SEPERTI ALARM NASIONAL!” 🤣 Namun, demi menjaga kerukunan tetangga, aku hanya tersenyum manis. Sejak saat itu, aku punya kebiasaan baru. Setiap siang, aku sudah bisa menebak suasana hati tetanggaku dari lagu yang dipilihnya. Kalau lagu sedih, berarti mungkin sedang galau. Kalau lagu dangdut, berarti sedang bahagia. Kalau lagu keras sampai terdengar tiga rumah sebelah, berarti speaker-nya sedang diuji coba. Dan kalau tiba-tiba musik berhenti, aku malah merasa aneh. Aku sampai berkata kepada suamiku, “Kok sepi, ya? Tetangga kita ke mana?” Suamiku menjawab santai, “Mungkin sedang istirahat.” Aku terdiam sebentar. “Jangan-jangan speakernya rusak?” Suamiku menatapku heran. “Lho, kok kamu malah khawatir?” Aku menjawab jujur, “Soalnya kalau speakernya rusak, nanti siapa yang menghibur kita setiap siang?” Suamiku langsung tertawa sampai hampir tersedak minum. Begitulah kehidupan bertetangga. Ada yang hobi berkebun, ada yang suka memasak, ada yang senang mengobrol, dan ada juga yang menjadikan halaman rumahnya sebagai panggung konser pribadi. Aku sebenarnya tidak keberatan tetangga punya hobi karaoke. Asalkan volumenya tidak berlebihan dan tetap ingat bahwa orang lain juga punya aktivitas, termasuk mereka yang ingin beristirahat. Sebab, hidup bertetangga itu bukan cuma soal siapa yang paling keras suaranya, tetapi juga siapa yang paling bisa menjaga kenyamanan bersama. Tapi jujur saja, sampai sekarang aku masih penasaran satu hal... Kalau tetanggaku ikut audisi penyanyi, kira-kira yang lolos dia atau speaker-nya duluan? 🤣🤣 Coba ngaku, siapa di sini yang punya tetangga hobi karaoke seperti ini? Kalau lagunya bagus, kita ikut menikmati. Kalau nadanya meleset, kita ikut belajar sabar. Kalau speakernya terlalu keras, kita langsung hafal semua liriknya tanpa perlu membuka Google! Tetangga bahagia, lingkungan meriah, telinga kita... berjuang setiap hari! 😂🎤🏡
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

2 Komentar