Beralih dari energi fosil ke energi terbarukan bukan cuma soal memasang lebih banyak panel surya atau turbin angin. Salah satu tantangan besarnya adalah menjaga pasokan listrik tetap stabil ketika sumber energi seperti matahari dan angin bergantung pada kondisi alam. Ketika matahari tidak bersinar atau angin melemah, sistem listrik tetap membutuhkan sumber energi lain. Karena itu, transisi energi membutuhkan jaringan listrik yang lebih fleksibel, penyimpanan energi, pembangkit pelengkap, serta sistem pengelolaan listrik yang mampu menyesuaikan perubahan pasokan dan permintaan.
Masalah lainnya adalah biaya investasi, infrastruktur, teknologi, perizinan, dan ketergantungan ekonomi terhadap industri fosil yang sudah sangat besar. Banyak negara juga masih menggunakan batu bara, minyak, atau gas untuk listrik, transportasi, dan industri berat sehingga peralihannya tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat. Ada pekerja dan daerah yang ekonominya bergantung pada industri tersebut sehingga transisi juga memiliki dampak sosial. Menurut saya, tantangan terbesar sebenarnya adalah bagaimana melakukan perubahan secara cepat tanpa membuat pasokan energi menjadi tidak stabil atau biaya energi menjadi terlalu berat. Karena itu, transisi energi membutuhkan kombinasi teknologi, investasi, kebijakan pemerintah, pembangunan jaringan, dan perubahan pola konsumsi.