Hubungan yang terasa hambar tidak selalu berarti rasa cinta sudah benar-benar hilang. Kadang hubungan hanya sedang masuk fase yang lebih tenang setelah melewati masa awal yang penuh perhatian dan kejutan. Rutinitas, pekerjaan, masalah pribadi, atau terlalu lama melakukan hal yang sama bisa membuat hubungan terasa seperti berjalan otomatis. Yang dulu sering ditunggu-tunggu sekarang terasa biasa saja. Kalau kamu sedang berada di fase ini, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa hubunganmu sudah tidak layak dipertahankan. Coba lihat dulu apa yang sebenarnya berubah dan sejak kapan hubungan mulai terasa berbeda.
Menurut saya, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membicarakannya dengan jujur tanpa langsung menyalahkan pasangan. Ceritakan apa yang kamu rasakan dan dengarkan juga apa yang sedang dirasakan olehnya. Kadang pasangan ternyata merasakan hal yang sama tetapi sama-sama memilih diam. Setelah itu, coba hidupkan kembali kebiasaan sederhana yang dulu membuat kalian dekat, seperti makan bersama tanpa sibuk dengan ponsel, pergi berdua, ngobrol lebih dalam, atau mencoba aktivitas baru. Hubungan tidak selalu membutuhkan kejutan besar; perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten sering justru lebih berarti.
Tapi kalau hubungan sudah hambar karena luka yang tidak pernah diselesaikan, masalahnya tentu lebih dalam daripada sekadar kurang jalan-jalan. Perselingkuhan, kebohongan, komunikasi yang buruk, atau rasa tidak dihargai perlu dibicarakan secara serius. Hubungan yang sehat bukan hubungan yang selalu romantis setiap hari, melainkan hubungan yang membuat dua orang masih mau berusaha ketika keadaan sedang tidak menyenangkan. Kalau hanya satu orang yang terus berusaha sementara yang lain tidak peduli, itu juga perlu diakui sebagai masalah.