Ekspansi memang sering membutuhkan uang lebih banyak, tetapi masalahnya muncul ketika pengeluaran tumbuh jauh lebih cepat daripada pendapatan. Sebelum memperluas bisnis, perusahaan perlu mengetahui dengan jelas berapa burn rate saat ini, berapa lama kas bisa bertahan, dan berapa biaya tambahan yang akan muncul setelah ekspansi. Jangan hanya menghitung biaya membuka cabang atau menambah karyawan. Biaya pemasaran, teknologi, logistik, operasional, pelatihan, dan kemungkinan penjualan tidak sesuai target juga harus dimasukkan ke dalam perhitungan.
Menurut saya, ekspansi yang aman lebih baik dilakukan secara bertahap daripada langsung membuka banyak wilayah sekaligus. Uji satu pasar terlebih dahulu dan lihat apakah model bisnisnya bisa menghasilkan angka yang masuk akal. Kalau hasilnya bagus, baru tambah investasi secara bertahap. Perusahaan juga sebaiknya memiliki batas pengeluaran dan indikator yang jelas untuk menentukan kapan ekspansi dilanjutkan, diperlambat, atau dihentikan. Dengan cara ini, perusahaan tidak terjebak dalam kondisi terus membakar uang hanya demi mengejar pertumbuhan yang terlihat besar di atas kertas.