Sebenarnya dana darurat lebih tepat dihitung berdasarkan jumlah pengeluaran bulanan, bukan sekadar persentase dari pendapatan. Sebelum resign tanpa pekerjaan pengganti, seseorang perlu memperhitungkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk hidup setiap bulan, termasuk kebutuhan pokok, tempat tinggal, transportasi, tagihan, dan kewajiban lainnya.
Sebagai patokan umum, banyak orang menggunakan cadangan sekitar 3 sampai 6 bulan biaya hidup. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda. Seseorang yang masih memiliki tanggungan keluarga, cicilan, atau pendapatan yang sulit diprediksi mungkin membutuhkan cadangan yang lebih besar dibandingkan orang yang memiliki tanggungan lebih sedikit.
Contohnya, jika kebutuhan hidup rutin mencapai Rp5 juta per bulan, dana untuk enam bulan berarti sekitar Rp30 juta. Angka tersebut belum tentu menjadi batas yang tepat untuk semua orang karena perlu mempertimbangkan kondisi pribadi, biaya kesehatan, kewajiban finansial, dan kemungkinan lamanya mencari pekerjaan baru.
Sebelum resign, jangan hanya melihat saldo tabungan. Periksa juga apakah ada utang yang harus tetap dibayar, apakah ada pemasukan lain, dan berapa lama kira-kira kamu bisa bertahan tanpa gaji. Kalau sudah memiliki tawaran pekerjaan baru dengan tanggal mulai yang jelas, kebutuhan dana cadangan tentu bisa berbeda dibandingkan resign tanpa rencana berikutnya.
Resign sebaiknya menjadi keputusan yang sudah diperhitungkan, bukan keputusan karena emosi sesaat. Dana darurat memang tidak menjamin semuanya akan berjalan lancar, tetapi cadangan yang cukup bisa memberikan waktu untuk mencari pekerjaan atau membangun sumber penghasilan baru tanpa langsung berada dalam tekanan keuangan.