Efek visual dalam film laga besar biasanya sudah direncanakan jauh sebelum kamera mulai merekam. Tim produksi perlu menentukan adegan mana yang bisa dilakukan secara nyata, mana yang membutuhkan bantuan komputer, dan mana yang harus menggabungkan keduanya. Aktor bisa saja direkam di depan green screen, menggunakan set fisik sebagian, atau melakukan adegan dengan properti nyata yang kemudian diperluas menggunakan CGI. Setelah pengambilan gambar selesai, materi tersebut masuk ke proses pascaproduksi yang melibatkan banyak spesialis.
Pekerja VFX kemudian melakukan berbagai tahap seperti tracking gerakan kamera, rotoscoping, compositing, pembuatan model 3D, simulasi ledakan atau asap, pencahayaan digital, hingga penyatuan elemen komputer dengan rekaman asli. Tantangannya adalah membuat hasil akhir terlihat seperti satu adegan yang benar-benar terjadi. Kalau pencahayaan CGI berbeda dengan aktor atau gerak objek terlihat tidak mengikuti kamera, penonton akan langsung merasa ada sesuatu yang tidak nyata. Karena itu, VFX bukan hanya soal menambahkan ledakan atau monster digital. Banyak pekerjaan justru dilakukan pada detail kecil yang mungkin tidak disadari penonton. Film laga besar bisa melibatkan ratusan bahkan ribuan orang dari berbagai bidang untuk menyelesaikan efek visual tersebut.