Layanan streaming mengubah kebiasaan menonton dengan membuat film dan serial tersedia kapan saja tanpa harus menunggu jadwal tayang televisi atau pergi ke bioskop. Dulu kita mungkin harus menunggu acara tertentu pada jam tertentu, sedangkan sekarang cukup memilih judul dari katalog dan langsung menontonnya. Sistem rekomendasi juga membuat pengguna menemukan film yang mungkin tidak akan mereka cari sendiri. Bagi penonton, ini memberikan kenyamanan yang sangat besar karena mereka bisa menentukan sendiri kapan dan apa yang ingin ditonton.
Perubahan tersebut juga memengaruhi industri film. Studio sekarang tidak hanya memikirkan bioskop, tetapi juga mempertimbangkan distribusi melalui platform digital. Serial bahkan bisa dirancang dengan pola cerita yang membuat penonton ingin terus menonton episode berikutnya. Di sisi lain, jumlah pilihan yang sangat banyak juga bisa menjadi masalah karena orang justru menghabiskan waktu memilih daripada menonton. Menurut saya, streaming bukan sekadar menggantikan televisi atau mengurangi ketergantungan pada DVD. Ia mengubah hubungan antara penonton dan konten karena penonton sekarang memiliki kontrol yang jauh lebih besar terhadap waktu, tempat, dan cara mereka menikmati hiburan.