Metakognisi sederhananya adalah kemampuan seseorang untuk menyadari dan mengatur proses berpikirnya sendiri. Dalam belajar, siswa yang memiliki kemampuan metakognitif tidak hanya bertanya, "Jawaban saya benar atau salah?" tetapi juga mulai bertanya, "Saya sebenarnya sudah paham bagian mana?", "Kenapa saya masih kesulitan?", dan "Cara belajar apa yang paling cocok untuk saya?" Kebiasaan seperti ini membuat siswa tidak selalu menunggu guru mengatakan apa yang harus dilakukan karena mereka mulai mampu memantau proses belajarnya sendiri.
Metakognisi biasanya melibatkan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Sebelum belajar, siswa menentukan tujuan dan strategi. Saat belajar, mereka memeriksa apakah strategi tersebut benar-benar membantu memahami materi. Setelah selesai, mereka mengevaluasi bagian yang sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu diperbaiki. Kemampuan ini penting untuk membangun kemandirian belajar karena siswa perlahan belajar mengenali kekuatan dan kelemahannya sendiri. Menurut saya, tujuan akhirnya bukan membuat siswa belajar tanpa bantuan siapa pun, tetapi membuat mereka tahu kapan harus belajar sendiri, kapan perlu mengubah strategi, dan kapan harus meminta bantuan.