loading
AI Content Policy | ZOYALINK
Language ID

AI Content Policy

Kebijakan Konten AI

This AI Content Policy outlines how content created, assisted, or enhanced using artificial intelligence technologies is governed on ZOYALINK. The purpose of this policy is to ensure that innovation through AI remains aligned with user safety, transparency, ethical standards, and global digital responsibility.

As artificial intelligence becomes an increasingly common tool in digital creation, ZOYALINK establishes clear rules and expectations to protect users, preserve trust, and prevent misuse of AI-driven systems.

Kebijakan Konten AI ini menjelaskan bagaimana konten yang dibuat, dibantu, atau ditingkatkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan diatur di platform ZOYALINK. Tujuan kebijakan ini adalah memastikan bahwa inovasi berbasis AI tetap sejalan dengan keamanan pengguna, transparansi, standar etika, dan tanggung jawab digital global.

Seiring meningkatnya penggunaan AI dalam penciptaan konten digital, ZOYALINK menetapkan aturan dan ekspektasi yang jelas untuk melindungi pengguna, menjaga kepercayaan, serta mencegah penyalahgunaan teknologi AI.


Purpose of This Policy

Tujuan Kebijakan Ini

The primary purpose of this policy is to define acceptable and unacceptable uses of artificial intelligence in content creation on ZOYALINK. This policy aims to balance creative freedom with platform safety, legal compliance, and ethical considerations.

This policy is designed to protect users from misleading, harmful, or deceptive AI-generated content while still encouraging responsible innovation, experimentation, and creative expression supported by artificial intelligence.

Tujuan utama kebijakan ini adalah menetapkan batasan penggunaan kecerdasan buatan dalam pembuatan konten di ZOYALINK. Kebijakan ini bertujuan menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan keamanan platform, kepatuhan hukum, dan pertimbangan etika.

Kebijakan ini dirancang untuk melindungi pengguna dari konten AI yang menyesatkan, berbahaya, atau manipulatif, sekaligus tetap mendorong inovasi, eksperimen, dan ekspresi kreatif yang bertanggung jawab.

Scope and Applicability

Ruang Lingkup dan Penerapan

This policy applies to all users, creators, developers, and contributors who publish, distribute, or interact with AI-related content on ZOYALINK, regardless of location, account type, or scale of activity.

It covers all forms of AI involvement, including content that is fully generated by AI, partially assisted by AI tools, or significantly modified through automated systems.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pengguna, kreator, pengembang, dan kontributor yang mempublikasikan, mendistribusikan, atau berinteraksi dengan konten berbasis AI di ZOYALINK, tanpa memandang lokasi, jenis akun, atau skala aktivitas.

Ruang lingkup kebijakan ini mencakup seluruh bentuk keterlibatan AI, termasuk konten yang sepenuhnya dihasilkan AI, dibantu sebagian oleh alat AI, maupun dimodifikasi secara signifikan melalui sistem otomatis.


Definition of Artificial Intelligence Content

Definisi Konten Berbasis Kecerdasan Buatan

Artificial intelligence content refers to any digital material created, modified, enhanced, or synthesized using machine learning models, generative algorithms, or automated decision systems capable of producing content with minimal human intervention.

This definition includes both visible outputs, such as text and images, as well as less obvious AI-driven modifications, including automated editing, optimization, or transformation of original content.

Konten berbasis kecerdasan buatan merujuk pada segala bentuk materi digital yang dibuat, dimodifikasi, ditingkatkan, atau disintesis menggunakan model pembelajaran mesin, algoritma generatif, atau sistem otomatis dengan intervensi manusia yang minimal.

Definisi ini mencakup hasil yang terlihat seperti teks dan gambar, serta modifikasi berbasis AI yang tidak selalu terlihat secara langsung, termasuk pengeditan, optimalisasi, atau transformasi konten secara otomatis.

AI-Generated Content

Konten yang Dihasilkan AI

AI-generated content refers to content that is produced entirely by artificial intelligence systems without direct creative input from a human beyond initial prompts or parameters.

Examples include automatically generated text, synthetic images, AI-created videos, voice synthesis, virtual characters, and other media outputs created through generative models.

Konten yang dihasilkan AI adalah konten yang dibuat sepenuhnya oleh sistem kecerdasan buatan tanpa kontribusi kreatif langsung dari manusia selain pemberian perintah atau parameter awal.

Contohnya meliputi teks otomatis, gambar sintetis, video buatan AI, sintesis suara, karakter virtual, dan media lain yang dihasilkan oleh model generatif.

AI-Assisted Content

Konten yang Dibantu AI

AI-assisted content refers to content where artificial intelligence is used as a supporting tool to enhance, refine, or optimize human-created material rather than fully replacing human creativity.

This includes AI-assisted editing, recommendations, image enhancement, language correction, summarization, and other augmentation processes where humans retain creative control.

Konten yang dibantu AI adalah konten di mana kecerdasan buatan digunakan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan, menyempurnakan, atau mengoptimalkan karya manusia, bukan menggantikan kreativitas manusia sepenuhnya.

Kategori ini mencakup pengeditan berbasis AI, rekomendasi otomatis, peningkatan gambar, perbaikan bahasa, peringkasan, serta proses augmentasi lainnya di mana manusia tetap memegang kendali kreatif.


Responsible Use of Artificial Intelligence

Penggunaan AI yang Bertanggung Jawab

ZOYALINK requires that all use of artificial intelligence on the platform is conducted in a responsible, transparent, and user-respecting manner. AI technologies must be used to enhance creativity, productivity, and accessibility without compromising user safety, trust, or autonomy. Any deployment of AI must prioritize positive social impact and avoid introducing harm, confusion, or manipulation into the digital ecosystem.

Responsible AI use on ZOYALINK emphasizes human oversight, ethical design, and accountability at every stage of content creation and distribution. Users are expected to understand the implications of AI-assisted tools and ensure that their usage aligns with platform values, applicable laws, and international digital responsibility norms.

ZOYALINK mewajibkan seluruh penggunaan kecerdasan buatan di dalam platform dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan menghormati pengguna. Teknologi AI harus digunakan untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan aksesibilitas tanpa mengorbankan keamanan, kepercayaan, maupun otonomi pengguna.

Penggunaan AI yang bertanggung jawab di ZOYALINK menekankan pengawasan manusia, perancangan etis, serta akuntabilitas di setiap tahap pembuatan dan distribusi konten. Pengguna diharapkan memahami dampak penggunaan AI dan memastikan praktik tersebut selaras dengan nilai platform, hukum yang berlaku, serta standar tanggung jawab digital internasional.

Ethical AI Principles

Prinsip Etika AI

ZOYALINK adheres to ethical AI principles that prioritize fairness, non-discrimination, accuracy, and respect for human dignity. AI-generated or AI-assisted content must not reinforce harmful stereotypes, exploit vulnerable groups, or promote biased outcomes that could negatively affect individuals or communities.

Ethical AI use also requires proportionality and restraint. Even when technically possible, AI applications should be evaluated based on ethical impact, societal consequences, and long-term trust considerations, not solely on efficiency or scale.

ZOYALINK berpegang pada prinsip etika AI yang mengutamakan keadilan, non-diskriminasi, akurasi, serta penghormatan terhadap martabat manusia. Konten AI tidak boleh memperkuat stereotip berbahaya, mengeksploitasi kelompok rentan, atau menghasilkan bias yang dapat merugikan individu maupun komunitas.

Etika AI juga menuntut proporsionalitas dan kehati-hatian. Meskipun suatu penerapan AI secara teknis memungkinkan, penggunaannya harus dievaluasi berdasarkan dampak etis, konsekuensi sosial, dan kepercayaan jangka panjang, bukan hanya efisiensi atau skala.

Human Accountability

Akuntabilitas Manusia

Regardless of the level of automation involved, humans remain fully accountable for all AI-assisted or AI-generated content published on ZOYALINK. Artificial intelligence is treated strictly as a tool, not an independent actor or decision-maker.

The individual or entity publishing the content bears responsibility for its accuracy, legality, ethical compliance, and real-world impact. Claims of automation or system error do not exempt users from enforcement actions or policy violations.

Terlepas dari tingkat otomatisasi yang digunakan, manusia tetap bertanggung jawab penuh atas seluruh konten berbasis AI yang dipublikasikan di ZOYALINK. AI diperlakukan sebagai alat bantu, bukan entitas independen atau pengambil keputusan.

Individu atau pihak yang mempublikasikan konten bertanggung jawab atas akurasi, legalitas, kepatuhan etika, serta dampak nyata dari konten tersebut. Alasan otomatisasi atau kesalahan sistem tidak membebaskan pengguna dari penegakan kebijakan.


Permitted Use of AI Content

Penggunaan Konten AI yang Diizinkan

ZOYALINK permits the use of artificial intelligence for content creation when such use is lawful, transparent, and aligned with platform values. Permitted AI content must contribute positively to the user experience and must not mislead, manipulate, or harm other users.

All permitted AI content remains subject to moderation and review. Permission to use AI tools does not override other platform policies related to safety, privacy, or community standards.

ZOYALINK mengizinkan penggunaan AI untuk pembuatan konten selama penggunaan tersebut legal, transparan, dan selaras dengan nilai platform. Konten AI yang diizinkan harus memberikan kontribusi positif dan tidak menyesatkan, memanipulasi, atau merugikan pengguna lain.

Seluruh konten AI yang diizinkan tetap tunduk pada proses moderasi dan peninjauan. Izin penggunaan AI tidak mengesampingkan kebijakan platform lainnya terkait keamanan, privasi, maupun standar komunitas.

Creative and Artistic AI Content

Konten AI Kreatif dan Artistik

Creative and artistic applications of AI are permitted on ZOYALINK when used for expression, experimentation, and innovation. This includes generative art, creative writing assistance, music synthesis, and visual experimentation that respects intellectual property and personal rights.

Such content must clearly avoid impersonation, deception, or unauthorized replication of real individuals. Creative freedom does not extend to misuse or misrepresentation.

Penggunaan AI untuk tujuan kreatif dan artistik diperbolehkan di ZOYALINK selama digunakan untuk ekspresi, eksperimen, dan inovasi. Ini mencakup seni generatif, bantuan penulisan kreatif, sintesis musik, serta eksperimen visual yang menghormati hak cipta dan hak personal.

Konten kreatif tetap harus menghindari penyamaran identitas, penipuan, atau peniruan individu nyata tanpa izin. Kebebasan kreatif tidak mencakup penyalahgunaan.

Educational and Informational AI Content

Konten AI Edukatif dan Informasional

AI-assisted content used for education, learning, research, or information sharing is permitted when accuracy, context, and clarity are maintained. Users must ensure that educational AI content does not present speculative or incorrect information as fact.

In sensitive areas such as health, finance, or public policy, additional caution and clear disclaimers are strongly encouraged to prevent misunderstanding or misuse.

Konten AI untuk tujuan edukasi, pembelajaran, penelitian, atau informasi diperbolehkan selama akurasi, konteks, dan kejelasan tetap dijaga. Informasi spekulatif atau keliru tidak boleh disajikan sebagai fakta.

Untuk topik sensitif seperti kesehatan, keuangan, atau kebijakan publik, kehati-hatian tambahan serta pengungkapan yang jelas sangat dianjurkan guna mencegah kesalahpahaman atau penyalahgunaan.


Transparency Requirements

Kewajiban Transparansi

Transparency is a core requirement for AI usage on ZOYALINK. Users must ensure that other users are not misled about the origin or nature of AI-generated or AI-assisted content, particularly when such content influences perception, trust, or decisions.

Transparansi merupakan kewajiban utama dalam penggunaan AI di ZOYALINK. Pengguna harus memastikan bahwa pengguna lain tidak disesatkan terkait asal atau sifat konten berbasis AI, terutama jika konten tersebut memengaruhi persepsi atau pengambilan keputusan.

Disclosure of AI-Generated Content

Pengungkapan Konten yang Dihasilkan AI

Users are encouraged—and in certain cases required—to disclose when content is generated or substantially modified by AI. Disclosure helps preserve trust, accountability, and informed engagement within the platform.

Pengguna dianjurkan—dan dalam kondisi tertentu diwajibkan—untuk mengungkapkan apabila konten dibuat atau dimodifikasi secara signifikan oleh AI. Pengungkapan ini menjaga kepercayaan dan keterlibatan yang bertanggung jawab.

Contextual Labeling

Pelabelan Kontekstual

When appropriate, AI-generated content should be labeled in a clear and contextual manner that allows users to understand its nature without causing confusion or alarm. Labeling should be accurate, proportional, and not misleading.

Jika diperlukan, konten AI harus diberi label secara jelas dan kontekstual agar pengguna memahami sifat konten tersebut tanpa menimbulkan kebingungan. Pelabelan harus akurat, proporsional, dan tidak menyesatkan.


Prohibited AI Content

Konten AI yang Dilarang

ZOYALINK strictly prohibits the use of artificial intelligence to create, modify, or distribute content that causes harm, deception, exploitation, or legal violations. AI technologies must never be used to undermine trust, manipulate individuals, or damage the integrity of the digital ecosystem.

Any AI-generated or AI-assisted content that violates platform policies, applicable laws, or widely accepted ethical standards will be removed and may result in account restrictions or permanent suspension.

ZOYALINK secara tegas melarang penggunaan kecerdasan buatan untuk membuat, memodifikasi, atau mendistribusikan konten yang menimbulkan bahaya, penipuan, eksploitasi, atau pelanggaran hukum. Teknologi AI tidak boleh digunakan untuk merusak kepercayaan, memanipulasi individu, atau merusak integritas ekosistem digital.

Setiap konten AI yang melanggar kebijakan platform, hukum yang berlaku, atau standar etika yang diakui secara luas akan dihapus dan dapat berujung pada pembatasan akun hingga penangguhan permanen.

Deceptive and Manipulative AI Content

Konten AI yang Menipu atau Manipulatif

AI must not be used to deceive, mislead, or manipulate users. This includes content that intentionally presents false information, distorts reality, or influences decisions through hidden automation or misleading representations.

Manipulative AI content includes automated persuasion, fake endorsements, fabricated testimonials, or synthetic interactions designed to exploit user trust or emotional responses. Such practices undermine informed consent and user autonomy.

AI tidak boleh digunakan untuk menipu, menyesatkan, atau memanipulasi pengguna. Ini mencakup konten yang secara sengaja menyajikan informasi palsu, memutarbalikkan kenyataan, atau memengaruhi keputusan melalui otomatisasi tersembunyi.

Konten AI manipulatif mencakup persuasi otomatis, dukungan palsu, testimoni fiktif, atau interaksi sintetis yang mengeksploitasi kepercayaan dan emosi pengguna. Praktik tersebut melanggar prinsip persetujuan yang sadar dan kebebasan pengguna.

Deepfake and Synthetic Media Abuse

Penyalahgunaan Deepfake dan Media Sintetis

The creation or distribution of deepfake or synthetic media that impersonates real individuals without clear consent is strictly prohibited. This includes realistic audio, video, or visual representations that could mislead audiences about identity, statements, or actions.

Deepfake content used to defame, harass, intimidate, manipulate public opinion, or cause reputational harm is considered a severe violation. Even when labeled, such content may be restricted if it poses significant risk.

Pembuatan atau penyebaran deepfake atau media sintetis yang meniru individu nyata tanpa persetujuan yang jelas dilarang keras. Ini mencakup representasi audio, video, atau visual realistis yang dapat menyesatkan publik mengenai identitas atau tindakan.

Konten deepfake yang digunakan untuk mencemarkan nama baik, melecehkan, mengintimidasi, memanipulasi opini publik, atau merusak reputasi dianggap sebagai pelanggaran berat. Bahkan jika diberi label, konten tersebut dapat dibatasi jika berisiko tinggi.

Illegal, Harmful, or Exploitative AI Content

Konten AI yang Ilegal, Berbahaya, atau Eksploitatif

AI must never be used to generate content that is illegal, dangerous, or exploitative. This includes content related to fraud, scams, violence, hate, sexual exploitation, human trafficking, or any activity that endangers individuals or communities.

Special protection applies to minors and vulnerable groups. Any AI-generated content that involves child exploitation, sexualized depictions of minors, or grooming is strictly forbidden and will be escalated to appropriate authorities when required.

AI tidak boleh digunakan untuk menghasilkan konten yang ilegal, berbahaya, atau eksploitatif. Ini mencakup penipuan, scam, kekerasan, ujaran kebencian, eksploitasi seksual, perdagangan manusia, atau aktivitas lain yang membahayakan individu maupun masyarakat.

Perlindungan khusus berlaku bagi anak-anak dan kelompok rentan. Setiap konten AI yang melibatkan eksploitasi anak, penggambaran seksual anak, atau grooming dilarang keras dan dapat dilaporkan kepada otoritas yang berwenang.


AI Content Safety Standards

Standar Keamanan Konten AI

ZOYALINK applies strict safety standards to all AI-generated and AI-assisted content. These standards are designed to prevent harm, protect users, and ensure that AI applications do not create unsafe or destabilizing digital environments.

Safety standards are continuously reviewed in response to emerging risks, technological advancements, and global best practices.

ZOYALINK menerapkan standar keamanan yang ketat untuk seluruh konten berbasis AI. Standar ini dirancang untuk mencegah bahaya, melindungi pengguna, dan memastikan AI tidak menciptakan lingkungan digital yang tidak aman.

Standar keamanan dievaluasi secara berkala seiring munculnya risiko baru, perkembangan teknologi, dan praktik terbaik global.

Risk Assessment and Mitigation

Penilaian dan Mitigasi Risiko

AI content is evaluated based on potential risks, including misinformation, psychological harm, social manipulation, and misuse at scale. ZOYALINK may apply additional restrictions when risk levels are considered high.

Risk mitigation measures may include labeling, reduced visibility, removal, or account-level enforcement depending on severity and impact.

Konten AI dinilai berdasarkan potensi risiko, termasuk misinformasi, dampak psikologis, manipulasi sosial, dan penyalahgunaan dalam skala besar. ZOYALINK dapat menerapkan pembatasan tambahan jika tingkat risiko dianggap tinggi.

Langkah mitigasi dapat mencakup pelabelan, pengurangan jangkauan, penghapusan konten, atau tindakan terhadap akun sesuai tingkat keparahan dan dampaknya.

Psychological and Social Impact Considerations

Pertimbangan Dampak Psikologis dan Sosial

ZOYALINK recognizes that AI-generated content can influence emotions, beliefs, and social behavior. Content that may cause fear, distress, dependency, or social harm is subject to stricter review.

ZOYALINK menyadari bahwa konten AI dapat memengaruhi emosi, keyakinan, dan perilaku sosial. Konten yang berpotensi menimbulkan ketakutan, tekanan psikologis, atau dampak sosial negatif akan ditinjau secara lebih ketat.


Intellectual Property and AI

Hak Kekayaan Intelektual dan AI

AI-generated content must respect intellectual property rights. Users are responsible for ensuring that AI tools are not used to replicate, imitate, or derive protected works without authorization.

The use of copyrighted materials as AI training input or output does not remove legal responsibilities related to ownership and licensing.

Konten AI harus menghormati hak kekayaan intelektual. Pengguna bertanggung jawab memastikan bahwa AI tidak digunakan untuk meniru, menyalin, atau mengambil karya yang dilindungi tanpa izin.

Penggunaan materi berhak cipta sebagai input atau output AI tidak menghilangkan tanggung jawab hukum terkait kepemilikan dan lisensi.

Copyright and Ownership Responsibility

Tanggung Jawab Hak Cipta dan Kepemilikan

Users publishing AI-assisted content remain fully responsible for copyright compliance, ownership claims, and dispute resolution. ZOYALINK does not assume ownership of user content but enforces compliance with applicable intellectual property laws.

Pengguna yang mempublikasikan konten AI tetap bertanggung jawab penuh atas kepatuhan hak cipta, klaim kepemilikan, dan penyelesaian sengketa. ZOYALINK menegakkan kepatuhan hukum tanpa mengambil alih kepemilikan konten pengguna.


Automation and Mass Content Generation

Otomatisasi dan Produksi Konten Massal

ZOYALINK permits the use of automation and AI tools for efficiency and creativity, provided that such use remains responsible, transparent, and aligned with the platform’s purpose. Automation must not be used to overwhelm the platform, distort engagement, or artificially amplify visibility.

Mass content generation that produces repetitive, misleading, or low-value material may be restricted or limited. ZOYALINK reserves the right to apply safeguards to prevent system abuse, maintain content quality, and protect the user experience.

ZOYALINK mengizinkan penggunaan otomatisasi dan alat AI untuk efisiensi dan kreativitas, selama penggunaannya tetap bertanggung jawab, transparan, dan sejalan dengan tujuan platform. Otomatisasi tidak boleh digunakan untuk membanjiri platform atau memanipulasi interaksi secara tidak wajar.

Produksi konten massal yang bersifat berulang, menyesatkan, atau bernilai rendah dapat dibatasi. ZOYALINK berhak menerapkan pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan sistem, menjaga kualitas konten, dan melindungi pengalaman pengguna.

Spam and Low-Quality AI Content

Konten AI Spam dan Berkualitas Rendah

AI-generated spam includes content created primarily to manipulate reach, redirect traffic deceptively, or generate artificial engagement without meaningful value. Such content undermines platform integrity and is not permitted.

Low-quality AI content may include excessive duplication, automated keyword stuffing, nonsensical outputs, or content lacking originality or relevance. ZOYALINK may reduce visibility or remove such content to preserve ecosystem quality.

Spam berbasis AI mencakup konten yang dibuat terutama untuk memanipulasi jangkauan, mengalihkan trafik secara menyesatkan, atau menghasilkan interaksi palsu tanpa nilai nyata. Konten semacam ini dilarang karena merusak integritas platform.

Konten AI berkualitas rendah dapat berupa duplikasi berlebihan, isian kata kunci otomatis, hasil yang tidak masuk akal, atau konten tanpa orisinalitas dan relevansi. ZOYALINK dapat mengurangi visibilitas atau menghapus konten tersebut.


Moderation and Review Process

Proses Moderasi dan Peninjauan

ZOYALINK applies a layered moderation approach that combines automated detection systems with human review. AI-related content may be reviewed proactively or in response to user reports, risk signals, or policy triggers.

Moderation decisions are based on content context, intent, impact, and potential risk. Reviews are conducted with fairness, consistency, and respect for user rights, while prioritizing safety and platform integrity.

ZOYALINK menerapkan pendekatan moderasi berlapis yang menggabungkan sistem deteksi otomatis dan peninjauan manusia. Konten AI dapat ditinjau secara proaktif atau sebagai respons atas laporan pengguna dan indikator risiko.

Keputusan moderasi didasarkan pada konteks, niat, dampak, dan potensi risiko konten. Peninjauan dilakukan secara adil dan konsisten dengan tetap mengutamakan keselamatan dan integritas platform.

Enforcement Actions

Tindakan Penegakan

When violations occur, ZOYALINK may take enforcement actions proportionate to the severity and frequency of the violation. Enforcement is designed to prevent harm, deter abuse, and encourage responsible participation.

Actions may include warnings, content labeling, reduced distribution, temporary restrictions, or permanent account suspension depending on the circumstances.

Jika terjadi pelanggaran, ZOYALINK dapat mengambil tindakan penegakan yang sebanding dengan tingkat keparahan dan frekuensi pelanggaran. Penegakan bertujuan mencegah bahaya, menghambat penyalahgunaan, dan mendorong partisipasi yang bertanggung jawab.

Tindakan dapat berupa peringatan, pelabelan konten, pengurangan distribusi, pembatasan sementara, atau penangguhan akun permanen sesuai kondisi.

Account Restrictions and Content Removal

Pembatasan Akun dan Penghapusan Konten

ZOYALINK reserves the right to remove AI-generated content or restrict accounts that repeatedly violate policies or pose significant risk. Content removal does not imply ownership, but enforcement of platform standards.

In severe cases, ZOYALINK may permanently restrict access to services and, when required by law, cooperate with relevant authorities.

ZOYALINK berhak menghapus konten AI atau membatasi akun yang berulang kali melanggar kebijakan atau menimbulkan risiko signifikan. Penghapusan konten merupakan penegakan standar platform, bukan klaim kepemilikan.

Dalam kasus berat, ZOYALINK dapat membatasi akses secara permanen dan, jika diwajibkan oleh hukum, bekerja sama dengan otoritas terkait.


User Responsibility and Accountability

Tanggung Jawab dan Akuntabilitas Pengguna

Users remain fully responsible for all AI-generated or AI-assisted content they publish on ZOYALINK. The use of AI tools does not shift accountability away from the individual or entity sharing the content.

Users are expected to understand platform policies, applicable laws, and ethical standards before using AI technologies. Ignorance of policy or reliance on automation does not exempt users from enforcement actions.

Pengguna bertanggung jawab penuh atas seluruh konten AI yang mereka publikasikan di ZOYALINK. Penggunaan alat AI tidak mengalihkan tanggung jawab dari individu atau pihak yang membagikan konten tersebut.

Pengguna diharapkan memahami kebijakan platform, hukum yang berlaku, dan standar etika sebelum menggunakan teknologi AI. Ketidaktahuan kebijakan atau ketergantungan pada otomatisasi tidak membebaskan dari sanksi.


Policy Evolution and Updates

Perkembangan dan Pembaruan Kebijakan

ZOYALINK recognizes that artificial intelligence technologies evolve rapidly, bringing both new opportunities and emerging risks. As a result, this AI Content Policy is not static and may be reviewed, updated, or refined periodically to reflect technological advancements, changes in user behavior, legal requirements, and global best practices.

Policy updates may be driven by multiple factors, including but not limited to new AI capabilities, identified misuse patterns, regulatory developments, ethical considerations, and feedback from users or independent oversight bodies. ZOYALINK aims to ensure that policy changes remain proportionate, transparent, and aligned with the platform’s commitment to safety, trust, and responsible digital participation.

When material changes are made to this policy, ZOYALINK may provide notice through the platform, updated documentation, or other reasonable communication channels. Continued use of the platform after policy updates constitutes acceptance of the revised terms. Users are encouraged to review this policy regularly to remain informed.

ZOYALINK also reserves the right to interpret and apply this policy in response to unforeseen scenarios involving AI technologies, provided such interpretations are consistent with the underlying principles of fairness, accountability, and user protection.

ZOYALINK menyadari bahwa teknologi kecerdasan buatan berkembang dengan sangat cepat, membawa peluang baru sekaligus risiko yang terus berubah. Oleh karena itu, Kebijakan Konten AI ini bersifat dinamis dan dapat ditinjau, diperbarui, atau disempurnakan secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, perilaku pengguna, ketentuan hukum, serta praktik terbaik global.

Pembaruan kebijakan dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk namun tidak terbatas pada kemampuan AI terbaru, pola penyalahgunaan yang teridentifikasi, perkembangan regulasi, pertimbangan etika, serta masukan dari pengguna atau pihak pengawas independen. ZOYALINK berupaya memastikan bahwa setiap perubahan kebijakan tetap proporsional, transparan, dan selaras dengan komitmen platform terhadap keamanan dan kepercayaan.

Apabila terdapat perubahan kebijakan yang bersifat material, ZOYALINK dapat memberikan pemberitahuan melalui platform, dokumentasi yang diperbarui, atau saluran komunikasi lain yang wajar. Penggunaan platform secara berkelanjutan setelah pembaruan kebijakan dianggap sebagai persetujuan atas ketentuan yang diperbarui tersebut.

ZOYALINK juga berhak menafsirkan dan menerapkan kebijakan ini untuk menangani skenario AI yang belum terantisipasi, selama penafsiran tersebut konsisten dengan prinsip dasar keadilan, akuntabilitas, dan perlindungan pengguna.


Contact and Reporting

Kontak dan Pelaporan

ZOYALINK is committed to open communication regarding AI-related concerns, policy questions, and potential violations. Users, creators, and stakeholders are encouraged to report suspected misuse of AI, policy violations, or content that may pose risks to individuals or the broader community.

Reports submitted to ZOYALINK are reviewed in accordance with internal moderation procedures and applicable legal obligations. Submitting a report does not guarantee a specific outcome, but all reports are assessed seriously, objectively, and in good faith.

For general inquiries related to this policy, responsible AI usage, or clarification of platform standards, users may contact ZOYALINK through official communication channels. For urgent safety-related matters, including issues involving minors or severe harm, dedicated reporting pathways are available.

ZOYALINK may cooperate with relevant authorities when required by law, particularly in cases involving serious legal violations, public safety risks, or cross-border regulatory obligations.

ZOYALINK berkomitmen terhadap komunikasi terbuka terkait isu AI, pertanyaan kebijakan, serta dugaan pelanggaran. Pengguna, kreator, dan pemangku kepentingan dianjurkan untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan AI, pelanggaran kebijakan, atau konten yang berpotensi menimbulkan risiko bagi individu maupun komunitas.

Setiap laporan yang diterima akan ditinjau sesuai dengan prosedur moderasi internal dan kewajiban hukum yang berlaku. Pengajuan laporan tidak menjamin hasil tertentu, namun setiap laporan diproses secara serius, objektif, dan dengan itikad baik.

Untuk pertanyaan umum terkait kebijakan ini, penggunaan AI yang bertanggung jawab, atau klarifikasi standar platform, pengguna dapat menghubungi ZOYALINK melalui saluran resmi. Untuk isu keselamatan mendesak, termasuk yang melibatkan anak atau potensi bahaya berat, tersedia jalur pelaporan khusus.

ZOYALINK dapat bekerja sama dengan otoritas terkait apabila diwajibkan oleh hukum, terutama dalam kasus pelanggaran serius, risiko keselamatan publik, atau kewajiban regulasi lintas negara.