Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
UNTUK WANITA HEBAT
Untukmu, wanita yang pagi-pagi sudah bangun sebelum matahari terbit. Yang memasak, menyiapkan bekal anak, lalu bergegas bekerja dengan mata yang masih mengantuk. Untukmu, aku menulis ini.
Aku tahu rasanya. Dunia terlihat tidak adil. Orang lain terlihat enak, punya suami yang menemani, punya sandaran. Sedangkan kamu? Kamu harus menjadi semuanya sekaligus. Menjadi ibu, menjadi ayah, menjadi tulang punggung, menjadi tempat pulang.
Kadang kamu bertanya dalam hati, "Sampai kapan aku kuat seperti ini?" "Apakah aku ibu yang baik?" "Kenapa hidupku harus seberat ini?"
Sayang, dengarkan aku.
*LELAHMU ADALAH MAHKOTA YANG TIDAK TERLIHAT*
Tidak ada orang yang memberikan piala untukmu. Tidak ada yang bertepuk tangan saat kamu berhasil membayar uang sekolah anak tepat waktu. Tidak ada yang tahu kamu menahan lapar agar anak bisa makan kenyang.
Tapi percayalah, di langit, namamu disebut-sebut sebagai wanita pejuang.
Setiap rupiah yang kamu cari dengan halal, setiap keringat yang menetes untuk anakmu, itu dicatat sebagai ibadah terbesar. Rasulullah pernah ditanya, siapa manusia yang paling berhak mendapatkan bakti terbaik? Beliau menjawab ibumu, ibumu, ibumu. Tahukah kenapa? Karena pengorbanan ibu memang tidak ada tandingannya. Dan kamu, saat ini sedang menjalani pengorbanan level tertinggi.
Kamu bukan wanita yang ditinggalkan. Kamu adalah wanita yang DIPILIH Allah untuk menunjukkan betapa kuatnya cinta seorang ibu. Tidak semua wanita sanggup. Tapi kamu sanggup.
*ANAKMU TIDAK MELIHAT KEKURANGANMU, DIA MELIHAT KEHADIRANMU*
Kamu mungkin merasa bersalah karena tidak bisa membelikan mainan mahal seperti teman-temannya. Kamu merasa bersalah karena pulang kerja sudah terlalu capek untuk bermain.
Sayang, anakmu tidak butuh itu.
Anakmu tidak akan ingat harga sepatunya berapa. Yang akan dia ingat 20 tahun dari sekarang adalah: "Dulu, ibuku selalu ada. Dulu, ibuku tidak pernah meninggalkanku meski capek."
Dia akan ingat pelukanmu. Dia akan ingat masakanmu yang sederhana tapi penuh cinta. Dia akan ingat bagaimana kamu berjuang agar dia tetap sekolah.
Kamu adalah pahlawan pertama dalam hidupnya. Jangan pernah meragukan itu.
*BOLEH MENANGIS, TAPI JANGAN MENYERAH*
Wanita hebat bukan berarti tidak pernah menangis. Justru wanita hebat itu adalah yang menangis malam ini, tapi besok pagi tetap bangun dan berjuang lagi.
Kalau hari ini berat sekali, tidak apa-apa untuk menangis di kamar mandi. Tidak apa-apa untuk merasa lelah dan ingin menyerah 5 menit saja. Keluarkan semua.
Tapi setelah itu, basuh mukamu, lihat wajah anakmu yang sedang tidur pulas. Di sanalah alasanmu untuk lanjut.
Kamu tidak harus kuat setiap detik. Kamu hanya perlu melanjutkan langkah, satu langkah kecil setiap hari. Pelan-pelan tidak apa-apa. Yang penting kamu tidak berhenti.
*INGATLAH 4 JANJI INI UNTUK DIRIMU SENDIRI:*
1. Aku berjanji tidak akan membandingkan hidupku dengan orang lain.
2. Aku berjanji akan menjaga kesehatanku.
3. Aku berjanji akan tetap bermimpi. Aku tetap boleh ingin bahagia.
4. Aku berjanji akan percaya bahwa ini tidak selamanya. Anakku akan besar.
Untukmu yang sedang membaca ini sambil menahan tangis, aku tidak kenal namamu. Tapi aku ingin kamu tahu: Kamu luar biasa.
Tuhan tidak pernah salah memilih pundak. Jika hari ini pundakmu yang dipilih, itu artinya Tuhan tahu kamu KUAT.
Usap air matamu ya, sayang. Peluk hangat untukmu dan anak-anak hebatmu. Kamu tidak sendirian. Kita berjuang bersa