Palung Mariana sering disebut sebagai tempat terdalam di lautan Bumi. Bagian terdalam yang dikenal sebagai Challenger Deep berada sekitar 11 kilometer di bawah permukaan laut.
Kedalamannya sulit dibayangkan. Jika Gunung Everest dipindahkan ke sana, puncaknya masih akan berada di bawah permukaan laut. Tekanan air di kedalaman tersebut juga sangat besar, mencapai lebih dari 1.000 kali tekanan atmosfer di permukaan laut.
Meski kondisinya ekstrem, kehidupan tetap ditemukan di wilayah tersebut. Peneliti telah menemukan organisme yang mampu bertahan dalam tekanan tinggi, suhu rendah, dan kondisi tanpa cahaya Matahari.
Palung Mariana terbentuk karena pertemuan lempeng tektonik. Lempeng Pasifik bergerak masuk ke bawah Lempeng Mariana dalam proses yang disebut subduksi. Pergerakan inilah yang membentuk cekungan laut yang sangat dalam.
Menariknya, kedalaman palung tidak berarti tempat tersebut benar-benar kosong. Ada kehidupan mikroskopis dan hewan laut tertentu yang mampu beradaptasi dengan lingkungan bertekanan sangat tinggi.
Palung Mariana juga membantu ilmuwan memahami bagaimana kerak Bumi bergerak dan bagaimana kehidupan dapat bertahan di lingkungan ekstrem. Jadi, semakin dalam manusia menjelajahi laut, semakin banyak hal yang ternyata masih belum sepenuhnya dipahami.