Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Pulang Ke Hangatnya Rumah

Pulang Ke Hangatnya Rumah gambar oleh Adriano Yusuf Erlangga
Langkah kaki Bagas terhenti di depan gerbang kayu yang sudah lama tak tersentuh. Cat hijaunya mengelupas, menyisakan kayu tua yang mulai merapuh dimakan usia. Setelah hampir lima tahun merantau di hiruk-pikuk ibu kota, aroma tanah basah dan wangi kebun melati di halaman rumah neneknya masih terasa amat akrab di indra penciumannya. Suara jangkrik bersahut-sahutan mengiringi malam yang makin larut. Bagas mendorong pelan pintu depan yang tak terkunci. Suara derit kayu terdengar nyaring di tengah hening. "Nenek?" panggil Bagas lirih. Dari balik tirai pembatas ruang tengah, seorang wanita tua dengan rambut perak yang disanggul longgar melangkah keluar. Matanya yang mulai kabur menatap lekat-lekat sosok pemuda yang berdiri di ambang pintu. Garis-garis keriput di wajahnya seketika terangkat saat sebuah senyuman hangat terkembang. "Gas... kamu pulang, Nak?" suara Nenek terdengar gemetar. Bagas tak mampu menahan haru. Ia melepaskan ranselnya yang berat begitu saja ke lantai, lalu berlari kecil memeluk tubuh renta itu. Kehangatan yang selama bertahun-tahun ia cari di tengah dinginnya persaingan kota besar, ternyata tetap setia menunggunya di rumah kecil ini. Mau cerita ini dilanjutin ke arah mana? Bisa kita kembangin jadi drama keluarga, misteri rumah tua, atau perjalanan hidup Bagas selanjutnya. #CeritaHaru #PulangKeRumah #DramaKeluarga #CeritaPendek #KisahInspiratif #RinduRumah #KasihSayangNenek #AplikasiCerita #LiterasiIndonesia #StorytellingID #zoyalink
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

1 Komentar
.