Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Bayangan Di Balik Kabut Tebal

Bayangan Di Balik Kabut Tebal gambar oleh Adriano Yusuf Erlangga
Langkah kaki Aris terhenti tepat di depan mulut gua yang tertutup kabut tebal. Di tangannya, sebuah peta lusuh peninggalan kakeknya bergetar tersapu angin malam. Peta itu mengarah pada satu tempat yang tak pernah tercatat di peta modern: Lembah Bisikan. Konon, siapa pun yang berhasil menemukan batu kristal merah di dasar gua tersebut akan mendapatkan kembali ingatan yang pernah hilang. "Lo yakin mau masuk, Ris? Rasanya makin enggak enak," bisik Bima sambil mempererat pegangannya pada senter. Sinar senternya seolah ditelan bulat-bulat oleh kabut misterius itu. "Aku harus tahu apa yang terjadi sepuluh tahun lalu, Bim. Cuma ini satu-satunya petunjuk," balas Aris mantap. Tanpa ragu, ia melangkah masuk. Suasana di dalam gua terasa sangat dingin hingga napas mereka mengembun. Dinding-dinding batu dipenuhi guratan aneh yang menyala redup saat terkena cahaya. Namun, keheningan itu tak bertahan lama. Tiba-tiba, suara gesekan keras bergaung dari kegelapan di depan mereka, disusul raungan halus yang menggetarkan tanah tempat mereka berdiri. "Bim, jangan bergerak," bisik Aris tiba-tiba. Di hadapan mereka, dua pasang mata berwarna keemasan menyala di tengah kegelapan. Sosok makhluk menyerupai serigala raksasa dengan tubuh yang seolah terbuat dari asap hitam muncul secara perlahan, memblokir jalan menuju celah tebing tempat kristal merah berpendar. Serigala itu melompat maju dengan cepat. Aris refleks menarik baju Bima untuk menghindar, membuat mereka berdua terguling ke balik batu besar. Cakaran makhluk itu menghantam dinding gua, menciptakan percikan api dan runtuhan batu. "Peta itu, Ris! Lihat tulisan di pojok bawah!" teriak Bima panik saat melihat ukiran mengilap di peta yang ikut bereaksi terhadap sinar kristal. Aris dengan cepat membaca kalimat kuno yang terukir di sana. "Bukan diserang... tapi diberi cahaya!" tanpa berpikir panjang, Aris mengarahkan senter berdaya tinggi milik Bima tepat ke arah mata sang penjaga. Sinar terang yang menyilaukan membuat makhluk asap itu meraung keras dan perlahan terurai menjadi kabut tipis yang menghilang di udara. Jalan menuju kristal merah kini terbuka lebar. Aris melangkah mendekat, mengulurkan tangannya pada kristal yang bergetar lembut, siap membuka rahasia masa lalunya. #BayanganDiBalikKabut #CeritaPetualangan #CeritaMisteri #CeritaFiksi #PetualanganGua #KristalMisterius #CeritaSeru #FiksiPetualangan #DuniaMisteri #Ilustrasi2D #zoyalink
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar
.