Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
PACAR ANAKKU DATANG MEMBAWA DAFTAR SYARAT PERNIKAHAN-TAPI SATU NAMA DI DOKUMEN
ITU MEMBUATKU LANGSUNG MEMUTUS SEMUANYA BAGIAN I CALON MENANTUKU BELUM JADI KELUARGA, TAPI SUDAH MEMBAGI HARTA KAMI
Tiga minggu setelah wisuda, putraku, Arga Pradana, menelepon dengan suara yang terdengar lebih bersemangat daripada saat mengumumkan kelulusannya.
"Ma, Minggu depan jangan ke mana-mana, ya. Aku mau bawa Nadine pulang."
Aku sedang memeriksa laporan bulanan beberapa agen logistik milik keluarga kami di ruang kerja. Tanganku langsung berhenti.
"Nadine? Pacarmu?"
"Iya. Sudah waktunya Mama dan Papa kenal calon menantu."
Aku tersenyum.
Arga sudah berpacaran hampir dua tahun dengan Nadine Kusuma. Selama itu aku sengaja tidak ikut campur.
Aku dan suamiku, Bima, selalu sepakat bahwa anak-anak boleh menentukan pasangan sendiri.
Kami hanya berharap mereka memilih orang yang bisa menghormati keluarga.
Ternyata harapan sesederhana itu terlalu mahal.
Minggu pagi, Arga datang bersama seorang perempuan mungil berusia sekitar dua puluh tiga tahun.