Gurun Sahara sekarang identik dengan pasir dan kondisi yang sangat kering. Namun, ribuan tahun lalu sebagian besar wilayah Sahara memiliki lingkungan yang jauh lebih basah, dengan danau, sungai, padang rumput, dan berbagai jenis tumbuhan.
Perubahan itu bukan terjadi dalam waktu singkat. Salah satu faktor utamanya adalah perubahan pola musim hujan di Afrika Utara yang berkaitan dengan perubahan posisi dan kemiringan Bumi dalam siklus astronomi jangka panjang.
Sekitar 11.000 hingga 5.000 tahun lalu, periode yang dikenal sebagai African Humid Period membuat wilayah Sahara menerima lebih banyak curah hujan dibandingkan sekarang. Air kemudian mendukung terbentuknya ekosistem yang jauh lebih subur.
Bukti tentang kondisi tersebut ditemukan dari berbagai sumber, termasuk lukisan dan ukiran batu kuno yang menggambarkan manusia, sapi, jerapah, serta hewan lain yang membutuhkan lingkungan lebih basah. Endapan danau serta data iklim masa lalu juga membantu ilmuwan merekonstruksi perubahan tersebut.
Ketika pola hujan kembali berubah dan wilayah tersebut semakin kering, danau serta vegetasi perlahan berkurang. Perubahan itu akhirnya membantu membentuk Sahara seperti yang dikenal sekarang.
Fakta ini menunjukkan bahwa gurun tidak selalu memiliki kondisi yang sama sepanjang sejarah Bumi. Lingkungan yang sekarang terlihat sangat kering ternyata pernah menjadi tempat manusia dan hewan hidup di sekitar sumber air dan padang rumput.