Pernah merasa satu jam terasa seperti beberapa menit ketika sedang melakukan sesuatu yang disukai? Sebaliknya, menunggu beberapa menit saja bisa terasa sangat lama. Perbedaan ini berkaitan dengan cara otak memproses perhatian dan pengalaman.
Saat seseorang menikmati aktivitas, perhatian biasanya lebih banyak tertuju pada apa yang sedang dilakukan. Akibatnya, waktu yang berlalu tidak terlalu diperhatikan secara sadar.
Situasinya berbeda ketika seseorang sedang menunggu atau merasa bosan. Karena tidak banyak hal yang menarik perhatian, otak lebih mudah menyadari berjalannya waktu sehingga beberapa menit terasa lebih panjang.
Menariknya, penilaian terhadap durasi juga bisa berubah ketika seseorang melihat kembali suatu pengalaman. Hari yang penuh aktivitas dan pengalaman baru bisa terasa cepat ketika dijalani, tetapi setelah diingat kembali justru terasa seperti hari yang panjang karena banyak hal yang terjadi.
Rutinitas juga dapat memengaruhi cara kita mengingat perjalanan waktu. Hari-hari yang sangat mirip cenderung meninggalkan lebih sedikit kejadian berbeda dalam ingatan, sehingga suatu periode bisa terasa seperti berlalu begitu saja.
Karena itu, membuat pengalaman baru tidak hanya membuat hidup terasa lebih berwarna. Aktivitas berbeda, tempat baru, atau mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan juga dapat membuat perjalanan waktu terasa lebih berisi ketika dikenang.
Jadi, waktu di jam tetap berjalan dengan kecepatan yang sama. Yang berubah adalah cara otak memberikan perhatian dan mengingat pengalaman yang terjadi di dalamnya.