Ada kalanya seseorang sudah punya waktu kosong, tetapi pikirannya tetap terasa sibuk. Tidak ada pekerjaan mendesak, namun kepala masih memikirkan tugas, pesan yang belum dibalas, atau hal yang harus dilakukan besok.
Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan mengisi setiap jeda dengan sesuatu. Begitu ada waktu kosong, tangan langsung mengambil ponsel, membuka media sosial, menonton video, atau mencari hiburan lain.
Padahal, istirahat tidak selalu berarti mengganti pekerjaan dengan aktivitas lain. Pikiran juga membutuhkan waktu tanpa tuntutan untuk merespons informasi atau menyelesaikan sesuatu.
Waktu luang yang benar-benar tenang bisa terlihat sederhana. Duduk sebentar, minum sesuatu tanpa melihat layar, berjalan santai, atau hanya menikmati suasana sekitar juga bisa menjadi bentuk istirahat.
Bukan berarti seseorang harus menghabiskan waktu kosong tanpa melakukan apa pun. Yang penting adalah membedakan antara kegiatan yang memang membuat rileks dan kegiatan yang hanya membuat perhatian terus bekerja.
Jika setiap jeda selalu dipenuhi informasi baru, seseorang bisa merasa sudah beristirahat padahal otaknya belum benar-benar berhenti menerima rangsangan.
Karena itu, sesekali tidak melakukan apa-apa bukan berarti membuang waktu. Justru jeda seperti itu bisa menjadi bagian penting dari cara menjaga energi untuk menjalani aktivitas berikutnya.