Kenapa Tekanan Angin Ban Tidak Boleh Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah?
Banyak orang baru mengecek tekanan angin ban saat ban terlihat kempis. Padahal, tekanan angin yang tidak sesuai bisa memengaruhi kenyamanan berkendara, konsumsi bahan bakar, hingga keselamatan di jalan.
Kalau tekanan ban terlalu rendah, permukaan ban yang menyentuh jalan menjadi lebih luas. Akibatnya, gesekan meningkat sehingga ban lebih cepat aus dan kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar untuk melaju. Kondisi ini juga bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Sebaliknya, ban yang terlalu keras juga bukan pilihan yang baik. Saat tekanan angin terlalu tinggi, daya cengkeram ban ke permukaan jalan bisa berkurang, terutama ketika melewati jalan basah atau tidak rata. Selain itu, bagian tengah ban biasanya akan lebih cepat aus dibandingkan sisi-sisinya.
Tekanan angin ideal sebenarnya berbeda-beda untuk setiap kendaraan. Karena itu, sebaiknya ikuti angka yang direkomendasikan oleh pabrikan. Informasi tersebut biasanya dapat ditemukan pada stiker di pilar pintu pengemudi, tutup tangki bahan bakar, atau buku manual kendaraan.
Biasakan mengecek tekanan ban setidaknya dua minggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat ban masih dingin agar hasil pengukurannya lebih akurat. Kebiasaan sederhana ini bisa membuat ban lebih awet sekaligus membantu menjaga keselamatan selama berkendara.
#Otomotif #Ban #TipsMobil #TipsMotor #KeselamatanBerkendara #Mobil #Motor #PerawatanKendaraan #TeknikOtomotif #Edukasi #Berkendara #AutoTips #OtomotifIndonesia #BanKendaraan #Tips