Kenapa Benteng Fort Rotterdam Masih Berdiri Kokoh Setelah Ratusan Tahun?
Kalau berkunjung ke Kota Makassar, ada satu bangunan bersejarah yang hampir selalu masuk daftar destinasi wisata, yaitu Benteng Fort Rotterdam. Benteng ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Sulawesi Selatan, mulai dari masa Kerajaan Gowa hingga era kolonial Belanda.
Awalnya benteng ini dibangun oleh Kerajaan Gowa pada abad ke-16 dan dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang. Bentuknya dibuat menyerupai penyu yang sedang menghadap ke laut. Menurut sebagian sejarawan, bentuk tersebut melambangkan kekuatan Kerajaan Gowa yang mampu berjaya di darat maupun di laut.
Setelah Perjanjian Bungaya pada tahun 1667, benteng ini berada di bawah kekuasaan VOC Belanda. Gubernur Jenderal Cornelis Speelman kemudian mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam, mengambil nama kota kelahirannya di Belanda. Sejak saat itu, benteng difungsikan sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, hingga perdagangan di kawasan timur Nusantara.
Salah satu kisah yang paling dikenal dari Fort Rotterdam adalah tempat pengasingan Pangeran Diponegoro. Setelah ditangkap pada tahun 1830, beliau menghabiskan sisa hidupnya di salah satu bangunan di dalam kompleks benteng hingga wafat pada tahun 1855. Ruangan tersebut kini menjadi salah satu bagian yang banyak dikunjungi wisatawan.
Kalau datang ke Fort Rotterdam sekarang, suasananya jauh berbeda dibandingkan ratusan tahun lalu. Di dalam kompleks benteng terdapat museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah dan budaya Sulawesi Selatan. Berjalan di antara bangunan-bangunan tua di kawasan ini membuat kita bisa membayangkan bagaimana kehidupan pada masa perdagangan rempah dan kolonialisme dahulu.
Rekomendasi Tempat Bersejarah:
Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan.
#Sejarah #FortRotterdam #Makassar #SulawesiSelatan #Indonesia #Benteng #Budaya #Kolonial #BelajarSejarah #WisataSejarah #Heritage #Museum #Nusantara #History #Edukasi