Gunung api ternyata tidak selalu hanya mengubah bentuk daratan yang sudah ada. Letusan di bawah laut juga bisa membangun daratan baru ketika material vulkanik menumpuk hingga akhirnya muncul ke permukaan.
Prosesnya terjadi ketika magma keluar dari dasar laut lalu mendingin dan menjadi batuan. Jika aktivitas vulkaniknya terus berlangsung, lapisan material tersebut bisa semakin tinggi sampai membentuk pulau.
Salah satu contoh yang terkenal adalah Surtsey di Islandia. Pulau ini mulai terbentuk pada tahun 1963 setelah letusan gunung api bawah laut dan terus mengalami perubahan akibat aktivitas vulkanik serta proses alam.
Yang menarik, setelah daratan baru terbentuk, kehidupan perlahan mulai muncul. Angin, laut, dan burung dapat membawa biji atau organisme ke wilayah tersebut, sehingga pulau yang sebelumnya tidak memiliki kehidupan mulai menjadi habitat baru.
Namun, pulau vulkanik tidak selalu bertahan selamanya. Gelombang laut, erosi, dan perubahan aktivitas gunung api dapat mengurangi ukurannya atau bahkan menghancurkannya kembali.
Jadi, ketika melihat sebuah pulau di tengah laut, ada kemungkinan bentuk daratannya merupakan hasil proses vulkanik yang berlangsung selama bertahun-tahun. Alam tidak hanya mengubah daratan, tetapi dalam kondisi tertentu juga bisa menciptakannya dari dasar laut.