Lampu Pijar
2 hari
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Fatimah BEM UI: Kalau Gak Mau Anak Indonesia Kelaparan, Tingkatkan Ekonomi

Fatimah BEM UI: Kalau Gak Mau Anak Indonesia Kelaparan, Tingkatkan Ekonomi gambar oleh Lampu Pijar
Keluarganya, Bukan Dengan MBG!!️ Perdebatan seputar efektivitas dan arah kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengemuka di ruang publik. Kali ini, kritik konstruktif datang dari Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026, Fatimah Azzahra, yang menyoroti substansi penanganan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dasar anak. Menurut Fatimah, persoalan anak-anak yang mengalami kelaparan atau kekurangan gizi tidak bisa diselesaikan secara instan hanya melalui pemberian makanan siap saji semata. Ia menilai bahwa penanganan yang komprehensif memerlukan adanya penguatan ekonomi keluarga, perluasan akses pendidikan yang layak, serta pembenahan infrastruktur dasar agar para orang tua memiliki kemandirian finansial untuk memenuhi kebutuhan buah hati mereka secara berkelanjutan. "Persoalan anak lapar tidak cukup diselesaikan lewat pemberian makanan. Perlu penguatan ekonomi keluarga, akses pendidikan, serta infrastruktur dasar agar orang tua mampu memenuhi kebutuhan anak secara berkelanjutan," ujar Fatimah menyoroti akar permasalahan sosial tersebut. Argumen Pemerintah: Efek Berganda Ekonomi dan Konsentrasi Belajar Di sisi lain, pemerintah memberikan pandangan yang komprehensif mengenai urgensi dan luaran dari pelaksanaan program strategis nasional ini. Pemerintah menegaskan bahwa Program MBG dirancang bukan sekadar untuk memenuhi asupan gizi harian anak di sekolah, melainkan juga dirancang untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Keterlibatan aktif para petani, peternak, nelayan, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok bahan pangan dinilai mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. Selain itu, berdasarkan evaluasi berkala yang dilakukan pemerintah, pelaksanaan MBG terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas proses belajar mengajar. Program ini dinilai mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa di ruang kelas sekaligus mereduksi gangguan belajar yang kerap dialami anak akibat rasa lapar. Perdebatan ini pun kini berkembang ke tatanan yang lebih luas: bagaimana menemukan titik temu agar program intervensi pemenuhan gizi jangka pendek dapat berjalan secara sinergis dan beriringan dengan upaya struktural untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga jangka panjang? #fyp #virals #jangkauanluas #mbg #bemui #fatimahbemui
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar
.