Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Ekspresi: Tersenyum Tipis, Mata Berkaca-kaca Sambil Memandangi Foto Adik.
ποΈ Kakak:
"Dik, ternyata sesepi ini hidup tanpa kamu. Dulu kita sering bertengkar, saling mengejek, bahkan saling ngambek. Tapi sekarang, Kakak justru merindukan semua hal kecil yang dulu sering kita lakukan bersama."Ekspresi: Menunduk, suara bergetar, air mata mulai menetes.
ποΈ Kakak:
"Kadang Kakak masih berharap kamu pulang, masih ingin mendengar suaramu, masih ingin memelukmu. Tapi setiap tersadar bahwa kamu sudah tiada, rasanya hati ini hancur untuk kesekian kalinya."Ekspresi: Menatap langit dengan mata sembap, tersenyum pilu sambil mengusap air mata.
ποΈ Kakak:
"Dik, kalau memang takdir tak mengizinkan kita bersama lebih lama, semoga Allah menjaga kamu di sana. Kakak akan selalu menyebut namamu dalam doa, sampai kelak kita dipertemukan kembali di surga. Kakak sayang dan rindu kamu, lebih dari yang bisa diungkapkan dengan kata-kata.""Ternyata, yang paling menyakitkan dari kehilangan bukanlah saat seseorang pergi, melainkan ketika hati masih ingin bercerita, tetapi tak ada lagi tempat untuk pulang."