Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

SEPANJANG USIA

SEPANJANG USIA gambar oleh Kavita Sukmawan
Duduklah di sampingku, seperti hari-hari yang tak pernah tergesa, kita telah melewati banyak musim, dari muda yang penuh cita-cita hingga senja yang mengajarkan arti menerima. Tak perlu lagi kata-kata besar, sebab keriput di wajahmu adalah puisi yang telah selesai ditulis waktu. Dan di matamu, aku menemukan jejak perjalanan— tentang sabar, tentang luka, tentang cinta yang memilih bertahan. Kita mungkin tak memiliki kemewahan yang diceritakan dunia, tetapi kita punya rumah yang dibangun dari kesetiaan, dari doa-doa yang diam-diam naik ke langit setiap malam. Jika kelak rambut semakin memutih, langkah semakin perlahan, dan tangan tak lagi sekuat dahulu, jangan lepaskan tanganku. Biarlah kita berjalan pelan, menyusuri sisa usia dengan hati yang tetap sama: aku di sisimu, engkau di sisiku, hingga waktu sendiri kehabisan alasan untuk memisahkan kita. Dan bila suatu hari salah satu dari kita harus lebih dahulu pulang, semoga cinta ini tidak ikut berakhir— melainkan menjadi doa yang terus mengetuk pintu Tuhan, agar di kehidupan yang abadi, kita dipertemukan kembali sebagai dua insan yang pernah berjanji: mencintai, bukan hanya sepanjang hidup, tetapi sepanjang usia cinta itu sendiri.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar
.